Dua mahasiswa UNS siap berkompetisi tingkat nasional

id mahasiswa uns,kemenristekdikti

Dua mahasiswa UNS siap berkompetisi tingkat nasional

Ratih Rachmatika (kiri) dan Arifah Eviyanti berharap prestasi semaksimal mungkin melalui Kompetisi Mahasiswa Berprestasi (Foto: Aris Wasita)

Solo, Antaranews Jateng - Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap berkompetisi tingkat nasional dalam ajang Mahasiswa Berprestasi program Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Saya mewakili UNS untuk jenjang strata 1, sebelumnya saya sudah lulus dalam seleksi tingkat universitas," kata perwakilan UNS Ratih Rachmatika di Solo, Senin.

Mahasiswa Teknik Elektro ini mengatakan saat ini tengah menunggu hasil seleksi video untuk karya tulis ilmiah yang diajukannya, yaitu energi monitoring dan siaga air bersih.

"Jadi untuk karya tulis ini saya menyiapkan aplikasi dan alat untuk memonitor kualitas dan air bersih. Pada seleksi video ini nanti akan dipilih 15 besar, tentu saya berharap lolos di tahap ini," katanya.

Pada karyanya tersebut, Ratih mencoba memonitor air bersih dengan dihubungkan ke aplikasi yang telah dilengkapi oleh sensor PH, kekeruhan dan suhu. Alat tersebut dapat memberikan data secara akurat dalam kurun waktu 20 jam per hari.

Mengenai waktu yang dibutuhkan untuk mendesain alat tersebut, dikatakannya, butuh waktu sekitar setahun dan biaya kurang lebih Rp10 juta.

"Untuk Rp5 juta saya dapat bantuan dari fakultas, sedangkan sisanya menggunakan biaya sendiri," katanya.

Sementara itu, untuk jenjang Diploma, UNS diwakili oleh Arifah Eviyanti. Melalui karya tulisnya, mahasiswa D3 Agrobisnis tersebut menemukan produk fungisida nabati.

"Fungisida nabati ini sebagai pengganti fungisida kimia yang selama ini banyak digunakan oleh petani untuk menghilangkan jamur dalam tanaman cabai," katanya.

Ia mengatakan jamur yang terlihat sebagai bercak putih di buah cabai tersebut mengganggu produktivitas tanaman cabai. Untuk menghilangkannya, selama ini petani menggunakan fungisida kimia.

"Padahal fungisida kimia ini sangat berbayaha bagi kesehatan manusia. Karena itu, saya mencoba mencari alternatif lain dengan menggunakan produk fungisida nabati ini," katanya.

Ia mengatakan fungisida nabati sendiri terbuat dari ekstrak akar tanaman putri malu sehingga aman bagi manusia.

Sama seperti Ratih, Arifah berharap pada kompetisi Mahasiswa Berprestasi program Kemenristekdikti tersebut bisa meraih prestasi semaksimal mungkin.

Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar