Tingkatkan kunjungan wisman, Asati targetkan dua produk wisata kabupaten/kota

id wisatawan mancanegara

Tingkatkan kunjungan wisman, Asati targetkan dua produk wisata kabupaten/kota

Sejumlah wisatawan mengunjungi obyek wisata Candi Gedong Songo di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/2). Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan pada 2018 ini kunjungan wisata di Indonesia sejumlah 270 juta wisatawan Nusantara dan 17 juta wisatawan mancanegara dapat tercapai melalui upaya perluasan lokasi wisata unggulan. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom/18)

Solo (Antaranews Jateng) - Asosiasi Sales Travel Indonesia (Asati) berkomitmen membantu akselerasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui sejumlah upaya.

"Salah satunya adalah kami menargetkan minimal dua produk wisata di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia," kata Ketua Asati M Syukri Mahmud di Solo, Senin.

Menurut dia, dengan jumlah kabupaten dan kota di Indonesia yang mencapai 615 diharapkan makin banyak produk wisata yang ditawarkan oleh Indonesia ke pasar dunia.

Ia mengatakan hal itu penting dilakukan mengingat potensi wisata daerah banyak diminati oleh wisatawan mancanegara. Dalam hal ini, wisman tidak lagi hanya ingin menikmati keindahan alam tetapi juga ingin mempelajari adat-istiadat dan budaya di daerah yang mereka kunjungi.

"Oleh karena itu fokus kami saat ini adalah wisata `inbond` (ke dalam negeri, red) atau domestik tur. Ini produk baru bagi kami, tetapi kami optimistis bisa tercapai," katanya.

Untuk merealisasikan program kerja tersebut, pihaknya sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 136 negara terkait komitmennya untuk mendatangi Indonesia dalam rangka wisata.

"Yang terbaru jalinan kesepakatan ini kami lakukan dengan Praha, Thailand, Malaysia, dan Singapura," katanya.

Ia mengatakan para wisatawan mancanegara ini nantinya juga bisa memanfaatkan momentum besar untuk mengeksplorasi kekayaan Indonesia, seperti dalam waktu dekat ini adalah Asian Games.

Sementara itu, selain sepakat untuk tetap menjaga kearifan lokal dengan mengeksplorasi budaya daerah, pihaknya juga ingin memuliakan para budayawan untuk bisa menjadi bagian dari pelaku pariwisata.

"Harapan saya ada permanen `stage` (panggung, red) di mana para budayawan ini bisa berkumpul dan menampilkan kemampuan mereka. Ini juga berpotensi mendatangkan tamu dari luar negeri," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar