Kawah Sileri kembali keluarkan letusan freatik

id letusan freatik,kawah sileri

Kawah Sileri kembali keluarkan letusan freatik

Kondisi Kawah Sileri yang oleh BPBD Banjarnegara diinformasikan mengalami letusan freatik, Minggu (8/4). (Foto: Dokumen BPBD Banjarnegara)

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng tetap aman dikunjungi wisatawan meskipun terjadi letusan freatik di Kawah Sileri. Itu karena Kawah Sileri hanyalah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Dieng
Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menginformasikan bahwa kembali terjadi letusan freatik di Kawah Sileri pada Minggu.

"Letusan freatik pukul 11:21 WIB tercatat di seismograf," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Minggu.

Dia menambahkan, Berdasarkan informasi yang diterima, letusan freatik di Kawah Sileri, mengeluarkan semburan lumpur dengan tinggi kurang lebih 50 meter.

Sebaran material lumpur dari letusan freatik itu sejauh lebih kurang 20 meter ke arah Timur bibir kawah.

"Pada saat ini keadaan masih aman terkendali dan terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi," katanya.

Terkait dengan letusan freatik tersebut, Arief mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 200 meter dari bibir kawah.

Selain itu, kata dia, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunungapi Dieng serta selalu mengikuti arahan dari BPBD Banjarnegara maupun BPBD Provinsi Jawa Tengah.

"Yang pasti, Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng tetap aman dikunjungi wisatawan meskipun terjadi letusan freatik di Kawah Sileri. Itu karena Kawah Sileri hanyalah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Dieng," katanya.

Sebelumnya, pada tanggal 1 April 2018, pukul 13.42 WIB, jug terjadi letusan freatik di Kawah Sileri, yang mengeluarkan semburan lumpur dengan tinggi kurang lebih 150 meter.

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar