Banjir dan longsor landa sejumlah wilayah Cilacap

id longsor cirangkong,bencana cilacap

Banjir dan longsor landa sejumlah wilayah Cilacap

Material longsoran menutup ruas jalan kabupaten di Dusun Cirangkong, Desa Bener, Kecamatan Majenang, Cilacap, akibat hujan lebat yang terjadi pada Senin (2/4/2018) malam. (Foto: Dok. BPBD CIlacap)

Cilacap (Antaranews Jateng) - Banjir dan longsor dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akibat hujan lebat yang terjadi pada Senin (2/4) malam, kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Martono.

"Genangan banjir sudah mulai surut sejak dini hari tadi, sedangkan longsor masih dalam penanganan," katanya di Cilacap, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima BPBD Cilacap, banjir yang terjadi pada Senin (2/4) malam sempat menggenangi Desa Sindangsari, Padangjaya, Pahonjean, dan Mulyadadi, Kecamatan Majenang.

Banjir di Desa Sindangsari dan Padangjaya disebabkan limpasan dan jebolnya tanggul Sungai Cilopadang di belakang SPBU Padangjay, sedangkan banjir di Desa Mulyadadi dan Pahonjean akibat limpasan dari Sungai Cijalu yang tidak mampu menampung debit air.

Akibat kejadian tersebut, 10 rumah warga di Desa Sindangsari terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 20--60 centimeter sehingga sebanyak lima keluarga mengungsi ke musala terdekat, sedangkan banjir di Desa Mulyadadi merendam 19 rumah dengan ketinggian air berkisar 10--60 centimeter sehingga 10 keluarga mengungsi ke rumah tetangga.

"Saat ini, genangan air sudah surut. Kami akan segera mengirimkan logistik berupa karung plastik untuk penanganan darurat terhadap tanggul yang jebol serta makanan untuk konsumsi pengungsi dan warga yang bekerja bakti," katanya.

Sementara untuk tanah longsor, kata dia, terjadi di Dusun Cirangkong, Desa Bener, menutup ruas jalan kabupaten menuju Desa Sepatnunggal, Sadahayu, dan Pengadegan.

Oleh karena tertutup material longsoran, warga yang hendak menuju desa-desa tersebut harus memutar melalui Desa Boja.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis BPBD Cilacap Wilayah Majenang Edi Sapto Priyono mengatakan hingga Selasa (3/4) pagi, banjir yang menggenangi empat desa telah surut.

"Namun banjir tersebut masih menggenangi areal persawahan siap panen. Tanaman padi yang tadinya sudah kering dan siap dipanen, akhirnya basah karena genangan air," katanya.

Terkait dengan longsoran di Dusun Cirangkong, dia mengatakan pihaknya akan segera menanganinya agar ruas jalan yang tertimbun longsor dapat dilalui kendaraan kembali.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar