Dalam pembahasan, warga diminta bersabar terkait TPA Kaliori

id didi rudianto,anggota dprd banyumas

Dalam pembahasan, warga diminta bersabar terkait TPA Kaliori

Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Didi Rudianto. (Foto: Sumarwoto)

Banyumas (Antaranews Jateng) - Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Didi Rudianto meminta warga Desa Kaliori untuk bersabar karena masalah pencemaran yang ditimbulkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliori sedang dalam pembahasan.

"Saya mengawal proses ini dari awal. Mereka baru mengadu ke kami (DPRD Banyumas) pada tanggal 16 Desember 2017," katanya saat memantau aksi unjuk rasa warga di TPA Kaliori, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Saat mengadu ke DPRD Banyumas, kata dia, warga menyampaikan berbagai tuntutan terkait dengan TPA Kaliori dan pihaknya telah melakukan mediasi.

Bahkan hingga Minggu (1/4) malam atau sebelum menggelar unjuk rasa, dia mengaku telah menyampaikan kepada warga jika masalah ganti rugi yang mereka minta, saat sekarang sedang dalam proses penganggaran.

"Ganti tanah itu tidak segampang ketika kita membeli kerupuk, iya kan? Anggaran sudah kami siapkan, tim verifikasi sudah terbentuk, tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) saja, sehingga tuntutan mereka tentang ganti rugi tanah sedang kami hitung karena tidak mungkin dibayar tanpa dihitung," kata anggota Fraksi PDIP DPRD Banyumas itu.

Oleh karena pengaduan warga baru masuk pada tanggal 16 Desember 2018, kata dia, anggaran untuk ganti rugi tersebut kemungkinan akan dimasukkan dalam APBD perubahan karena APBD induk telah diketuk.

Terkait dengan tata kelola TPA Kaliori, Didi mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas saat sekarang sedang membangun tempat penampungan sementara di Ajibarang dan Wangon.

Dia mengharapkan dengan adanya tempat penampungan sementara itu, sampah akan disortir lebih dulu sebelum dibawa ke TPA Kaliori.

Seperti diwartakan, ratusan warga Desa Kaliori menggelar unjuk rasa di depan TPA Kaliori untuk menuntut penutupan tempat penampungan akhir itu karena dinilai telah mencemari lingkungan. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar