Kejurnas Piala Kapolda diwarnai deklarasi anti hoax

id Atlet deklarasi

Kejurnas Piala Kapolda diwarnai deklarasi anti hoax

Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Surakarta Devi Rahyuanto saat membaca deklarasi bersama Waka Polda Jateng Kombes Pol Ahmad Lutfi (tiga dari kanan), Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Ketua KONI Jateng Brigjen Purn. Subroto di Kolam Renang Tirtomoyo Mahanan Solo, Kamis. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Kejuaraan nasional renang antar-kelompok umur taruna memperebutkan Piala Kapolda Jawa Tengah II di kolam renang Tirtomoyo Mahanan Solo, Jateng, Kamis, diwarnai dengan deklarasi anti hoax.

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Surakarta bersama para atlet peserta lomba, Polda Jateng dan Pemerintah Kota setempat secara bersama-sama menyerukan deklarasi anti hoax, yakni Prestasi Yes, Hoax No".

Deklarasi anti hoax itu dibacakan Ketua PRSI Kota Surakarta, Devi Rahyuanto, dan diikuti 471 perenang, pada juri perlombaan, penonton, tamu undangan serta Wakil Kepala Polda Jateng Kombes Pol Ahmad Lutfi, yang didampingi Ketua KONI Jateng, Brigjen (Purn) Subroto.

Menurut Ketua PRSI Kota Surakarta, Devi Rahyuanto, pada deklarasi itu terdapat tiga imbauan, pertama menolak segala bentuk hoax atau berita bohong dan segala bentuk ujaran kebencian.

PRSI mendukung kepolisian untuk melakukan tindakan baik persuasif maupun hukum terhadap segala bentuk penyebaran hoax atau berita bohong dan bentuk ujaran kebencian.

PRSI mengajak kepala seluruh masyarakat Indonesia untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial yang kini makin berkembang pesat.

Wakil Kepala Polda Jateng, Kombes Pol Ahmad Lutfi mengatakan pembacaan deklarasi anti hoax dilakukan dalam upaya antisipasi ancaman dalam pesta demokrasi yang dilaksanakan tahun ini, dan 2019 mendatang.

Menurut Ahmad Lutfi masyarakat dengan adanya Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang, banyak menggunakan momen-momen yang dapat mengeruhkan suasana.

"Oleh karena itu, masyarakat sekarang sudah mulai mengerti soal hoax, dan harus kita perangi. Hal ini supaya tidak terjadi fitnah, saling curiga. Kita harus membuat momen yang benar, dan masyarakat akan kondusif," kata Ahmad Lutfi.

Menurut Wakapolda kondisi Jateng sekarang sangat kondusif tidak ada yang menonjol, terkait adanya isu-isu yang sifatnya hoax secara nasional. Bahkan, polisi beberapa kejadian sudah melakukan penangkapan terkait dengan hoax di wilayah Jateng.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar