Kabupaten Bandung jajaki Pasar Kota Solo

id Dinkop bandung,Kontak dagang

Kabupaten Bandung jajaki Pasar Kota Solo

Beberapa produk yang dibawa oleh rombongan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjajaki pangsa pasar di Kota Solo melalui kunjungannya ke Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta.

"Solo merupakan kota wisata sehingga kami menganggap ini pasar yang sangat potensial," kata Kepala Seksi Kemitraan dan Promosi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Muhammad Subhan Farid di Solo, Kamis.

Ia mengatakan pada kunjungan tersebut perwakilan dinas maupun pelaku usaha dari Kabupaten Bandung membawa 20 produk unggulannya untuk dipromosikan kepada konsumen yang ada di kota Solo ini.

Beberapa produk yang dibawa di antaranya keripik seblak, rengginang, kopi tubruk, abon ikan cakalang, dan dodol stroberi.

"Untuk produk-produk yang kami bawa ini disesuaikan dengan minat masyarakat di Kota Solo. Selain makanan, kami membawa berbagai produk kerajinan tangan, di antaranya kalung batu dan kain," katanya.

Pihaknya berharap ke depan kerja sama yang berupa kontak dagang tersebut akan memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM untuk memperluas pasar produk yang mereka hasilkan seperti halnya yang sudah berjalan dengan Kota Yogyakarta.

"Sebelum Solo kami sudah ke Yogyakarta dan ternyata kerja sama dagangnya berkelanjutan hingga saat ini. Harapannya di Solo juga demikian," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta Nur Haryani mengatakan bahwa kegiatan kontak dagang tersebut bertujuan untuk memfasilitasi UMKM, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

"Apalagi saat ini era globalisasi menjadikan persaingan individu dari tiap daerah cukup berat sehingga perlu kerja sama semacam ini," katanya.

Ia berencana untuk melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Bandung dalam waktu dekat. Pada kunjungan tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta juga akan mengajak sejumlah pelaku UMKM untuk menjajaki pasar yang ada.

"Meski demikian, kami juga tidak bisa mengajak terlalu banyak pelalu UMKM karena keterbatasan anggaran," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar