Pendapatan melonjak setelah parkir dikelola swasta

id pemasukan parkir naik, PAD Parkir Kudus,parkir dikelola swasta, parkir pihak ketiga,Kabupaten Kudus

Pendapatan melonjak setelah parkir dikelola swasta

Seorang warga melintas di antara kendaraan yang terparkir di depan Ramayana Mall Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

kami ingatkan agar tetap mematuhi aturan dalam menerapkan tarif parkir karena melampaui ketentuan masuk kategori pungutan liar
Kudus (Antaranews Jateng) - Pengelolaan tempat parkir khusus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang diserahkan kepada pihak ketiga atau swasta menunjukkan tren positif berupa peningkatan pendapatan dibandingkan sebelumnya, kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Sam`ani Intakoris.

"Masing-masing tempat parkir yang diserahkan kepada pihak ketiga mengalami kenaikan secara bervariasi," ujarnya di Kudus, Senin.

Ia mengatakan lokasi parkir khusus yang diserahkan kepada pihak ketiga, yakni Terminal Cargo, Pangkalan Truk Klaling, Matahari, dan Ramayana Mall.

Untuk Pangkalan Truk Klaling, katanya, mengalami kenaikan hingga 65,55 persen, Terminal Cargo mengalami kenaikan 104,82 persen, dan Ramayana Mall Kudus 16,16 persen.

Pada Februari 2017 pemasukan bersih dari tempat parkir truk di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo Rp5,98 juta, sedangkan pada Februari 2018 melonjak menjadi Rp9,9 juta.

Di kawasan Matahari Plasa Kudus pada Februari 2017 tercatat Rp4,28 juta, sedangkan Februari 2018 naik menjadi Rp7,14 juta, sedangkan di Ramayana Mall Kudus yang awalnya Rp21,95 juta, kini naik menjadi Rp25,5 juta.

Tempat parkir di Terminal Cargo Jati juga mengalami kenaikan. Pada Februari 2017 sekitar Rp3,86 juta, kini naik menjadi Rp7,9 juta.

Khusus untuk tempat parkir di Matahari Plasa, kata dia, untuk saat ini memang tidak bisa dilanjutkan karena baru saja mengalami kebakaran.

"Tren kenaikan pendapatan daerah dari sektor parkir tersebut patut diapresiasi," ujarnya.

Hingga kini, pihaknya masih berupaya memunculkan formula yang tepat dalam penyerahan pengelolaan tempat parkir kepada pihak ketiga.

Pengelolaan tempat parkir oleh pihak ketiga tersebut, katanya, memang menimbulkan pro dan kontra, namun untuk tiga bulan pertama mulai menunjukkan tren positif.

Untuk tahap awal, kata dia, pengelolaan parkir kepada pihak ketiga hanya berdurasi tiga bulan yang dilelang sejak Februari 2018 sehingga awal Mei 2018 akan dilelang kembali.

"Pihak ketiga yang mengelola sejumlah tempat parkir khusus tersebut, kami ingatkan agar tetap mematuhi aturan dalam menerapkan tarif parkir karena melampaui ketentuan masuk kategori pungutan liar," ujarnya.

Oleh karena masih tahap awal, kata dia, ada beberapa hal yang perlu dibenahi, termasuk usulan agar mereka mengenakan seragam khusus yang mudah diketahui pengunjung bahwa mereka petugas parkir.

Hal terpenting, kata dia, keberadaan mereka tidak merugikan masyarakat serta target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir dan pengujian kendaraan bermotor Rp6,5 miliar bisa dipenuhi.

Untuk tempat parkir di tepi jalan umum, kata dia, masih dalam pengkajian apakah memungkinkan diserahkan kepada pihak ketiga.

Kajian tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Bagian Hukum Setda Kudus untuk memastikan bahwa langkah yang diambil nantinya tidak bertentangan dengan aturan hukum.

 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar