Cilacap siapkan bantuan paceklik nelayan

id nelayan cilacap,paceklik, bantuan

Cilacap siapkan bantuan paceklik nelayan

Puluhan perahu nelayan ditambatkan di daratan Pantai Teluk Penyu, Cilacap, karena saat sekarang sedang berlangsung masa paceklik sehingga tidak ada nelayan yang melaut. (Foto: Sumarwoto)

Cilacap (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, segera menyiapkan bantuan paceklik bagi nelayan setempat, kata Kepala Dinas Perikanan Cilacap Sujito.

"Kami masih komunikasikan dengan Dinas Pangan dan Perkebunan serta Dinas Sosial," katanya di Cilacap, Senin.

Menurut dia, bantuan bagi nelayan yang sedang menghadapi masa paceklik itu berupa beras dan biasanya setiap keluarga memperoleh sebesar 15 kilogram.

Kendati melibatkan Dinas Sosial, kata dia, bantuan tersebut berbeda dengan bantuan sosial beras keluarga sejahtera (bansos rastra).

"Bantuan ini berasal dari Pemkab Cilacap dan disalurkan khusus untuk nelayan pada puncak masa paceklik. Dulu, besaran secara keseluruhan mencapai 40 ton beras, satu keluarga mendapat sekitar 15 kilogram," jelasnya.

Selain dari Pemkab Cilacap, kata dia, bantuan juga diberikan oleh Koperasi Unit Desa Mino Saroyo yang merupakan koperasi nelayan.

Dalam kesempatan terpisah, salah seorang pengurus KUD Mino Saroyo, Tarmuji mengatakan bantuan berupa dana sosial diberikan kepada nelayan yang menjadi anggota KUD Mino Saroyo setiap menjelang Lebaran.

"Kalau bantuan yang diberikan pada masa paceklik itu dari Pemkab Cilacap," kata dia yang juga Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Pantai Teluk Penyu, Cilacap.

Dia mengakui jika saat sekarang, nelayan Cilacap telah memasuki masa paceklik yang diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Juni atau saat perairan selatan Jawa memasuki musim angin timuran.

Selama masa paceklik, kata dia, sebagian besar nelayan tidak melaut karena tidak ada ikan di lautan yang dapat ditangkap.

"Memang sih ada beberapa yang nekat melaut, namun sering kali pulang tanpa membawa hasil. Kalaupun ada hasil, ikan yang ditangkap sangat sedikit sehingga enggak bisa menutup biaya operasional," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, nelayan selama masa paceklik memilih memperbaiki perahu atau jaring mereka yang rusak dan ada pula yang beralih profesi untuk sementara waktu dengan bekerja di proyek pembangunan.

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar