Pemkab Purbalingga intensifkan penanggulangan "stunting"

id balita

Pemkab Purbalingga intensifkan penanggulangan

Ilustrasi. Balita. (Flickr/Berenicegg)

Purbalingga (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mengintensifkan penanggulangan kasus balita dengan tinggi badan rendah atau "stunting", kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono.

"Di Purbalingga terdapat sepuluh desa yang menjadi prioritas penanggulangan stunting," katanya di Purbalingga, Jumat.

Desa-desa tersebut, antara lain Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Desa Brecek, dan Desa Sempor Lor, Kecamatan Kalikajar.

"Penanggulangan stunting juga diprioritaskan di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Desa Kradenan, Desa Selaganggeng dan Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet," katanya.

Selain itu, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, serta Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara.

Hanung menjelaskan persoalan stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Stunting terjadi sejak dalam kandungan dan akan muncul saat anak berusia dua tahun.

"Stunting atau pertumbuhan tidak maksimal pada anak adalah masalah kurang gizi kronis akibat pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi," katanya.

Penanganan yang dilakukan pemerintah kabupaten, tambah dia, antara lain dimulai dari sosialisasi gaya hidup sehat, pemberian gizi yang baik, kontrol kesehatan dan tumbuh kembang anak serta imunisasi.

"Yang terpenting, pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dengan memperhatikan kecukupan gizi selama kehamilan, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, serta memberikan Makanan Pendamping ASI sesuai kecukupan gizi anak," katanya.

Bagi anak yang sudah telanjur terkena stunting, kata dia, dapat diberikan pemberian makanan tambahan, pemulihan, stimulasi pengasuhan, dan pendidikan berkelanjutan.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar