
Dinas Pertanian Temanggung masih data kartu tani

Temanggung (Antaranews Jateng) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah masih melakukan pendataan untuk penerbitan kartu tani pada 3.179 petani.
"Mereka yang masih dalam pendataan tersebut, yakni petani di kawasan hutan dan beberapa yang terlewatkan dari pendataan sebelumnya," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Harnani Imtikhandari di Temanggung, Kamis.
Di Kabupaten Temanggung diperkirakan ada 105 ribu petani, tambahnya, saat ini yang sudah terdata kartu tani sekitar 102 ribu.
Namun, katanya mereka yang terdata juga banyak yang belum menyertakan syarat lain seperti SPT pajak untuk mengetahui berapa luasan lahannya. Subsidi pupuk diberikan berdasarkan data yang ada sebanyak 250 kilogram per hektare.
"Para penyuluh pertanian lapangan sedang mendata lagi sampai dengan akhir Maret 2018 sehingga jelas berapa luasan lahannya, kurangnya berapa. Kalau data sudah lengkap, baru sistem bisa dibuka untuk memasukan alokasi dan melakukan realokasi sesuai data yang ada," katanya.
Ia mengatakan sistem tersebut dari pusat, pihaknya juga tidak bisa membukanya. Berbeda dengan sebelumnya, kalau kurang bisa merealokasi dan memindahkan stok yang lebih di kecamatan yang satu ke kecamatan lainnya.
Alokasi pupuk untuk Temanggung 2018 tidak terpaut jauh dari tahun-tahun sebelumnya, ujarnya, yang mana tahun ini kuota pupuk urea sebanyak 22.000 ton, pupuk ZA 13.000 ton, SP36 sebanyak 5.000 ton, NPK 9.500 ton, dan pupuk organik 11.000 ton.
Menyinggung penyerapan pupuk menggunakan kartu tani yang belum berjalan lancar dan membuat petani kesulitan mengakses pupuk bersubsidi, dia menyarankan agar petani melakukan pembelian pupuk secara berkelompok sehingga petani tetap bisa membeli pupuk dan nantinya bisa dibagi sesuai kebutuhan masing-masing petani yang tergabung dalam kelompok tersebut.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
