Video perkelahian antarsiswi di Banjarnegara hebohkan warga

id video perkelahian

Video perkelahian antarsiswi di Banjarnegara hebohkan warga

Tangkapan layar dari video perkelahian antarsiswi di Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Screenshot)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Sejumlah warga dihebohkan dengan beredarnya video perkelahian antarsiswi yang diduga pelajar sekolah menengah pertama di Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Terus terang setelah mendengar kabar ada video perkelahian antarsiswi, saya jadi penasaran untuk melihatnya. Ternyata video itu telah beredar melalui media sosial," kata salah seorang warga, Willy di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa sore.

Ia mengatakan dalam video berdurasi 45 detik yang direkam menggunakan kamera telepon pintar itu terlihat ada dua siswi yang sedang duduk di sebuah halte.

"Tiba-tiba sejumlah siswi yang kemungkinan dari sekolah lain mendatangi dua siswi tersebut. Mereka kemudian adu mulut dengan salah seorang siswi yang sedang duduk hingga akhirnya terjadilah perkelahian," katanya.

Menurut dia, pembicaraan para siswi itu menggunakan bahasa Banyumasan atau ngapak.

Ia mengatakan berdasarkan kabar yang beredar di media sosial, kasus perkelahian tersebut diduga melibatkan siswi Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah, Wanayasa, dan SMP Negeri 1 Wanayasa, Banjarnegara.

Warga Purwokerto lainnya, Mega mengaku prihatin atas kasus perkelahian antarpelajar yang kian marak terjadi.

"Seharusnya mereka mementingkan cari ilmu untuk masa depan daripada harus berkelahi karena permasalahan kecil," katanya.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Kepala MTs Muhammadiyah Wanayasa Wahyudin mengakui jika dua siswinya terlihat dalam rekaman video perkelahian antarsiswi yang beredar melalui media sosial itu.

Menurut dia, sempat terjadi kesimpangsiuran informasi sehingga seolah siswi MTs Muhammadiyah merupakan pelaku, padahal mereka yang diserang oleh siswi SMPN 1 Wanayasa.

"Dua siswi yang sedang duduk merupakan siswi kami, namun yang menjadi korban hanya satu orang, yakni UM, siswi kelas IX, sedangkan yang satunya tidak diserang," katanya.

Menurut dia, perkelahian tersebut berawal dari kesalahpahaman karena pelaku berinisial RN, siswi kelas VIII SMPN 1 Wanayasa, mendapat kabar jika UM menantangnya.

Oleh karena itu, RN bersama temannya, VN, mendatangi UM hingga akhirnya terjadi perkelahian.

"VN kabarnya sudah tidak sekolah lagi, `drop out`. Setelah diklarifikasi, ternyata kabar kabar yang didengar RN tentang UM itu tidak benar," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan kasus perkelahian tersebut tidak sampai dibawa ke jalur hukum karena dari pihak pelaku dan keluarganya telah meminta maaf kepada korban pada Senin (12/3) sore.

Dengan demikian, kata dia, kasus perkelahian tersebut telah dianggap selesai karena kedua belah pihak telah saling memaafkan.

Lebih lanjut, Wahyudin mengharapkan adanya kerja sama semua pihak, yakni antara pendidik, orang tua, dan masyarakat, agar kasus perkelahian antarpelajar tidak terulang.

"Tanggung jawab pendidik ternyata sangat berat sehingga butuh kerja sama semua pihak untuk bisa saling mengawasi anak-anak," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar