Pemerintah didesak serius tuntaskan penanganan banjir

id banjir

Pemerintah didesak serius tuntaskan penanganan banjir

Sejumlah anak bermain di jalan desa yang terendam banjir akibat luapan Sungai Dombo di Dusun Lengkong, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (20/2). Meski banjir masih menggenangi ribuan rumah warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak sejak Senin (19-2-2018) telah menutup posko logistik banjir karena anggaran bencana senilai Rp250 juta pada tahun 2018 telah habis digunakan. (ANTARA FOTO

Semarang (Antaranews Jateng) - Pemerintah pusat didesak untuk serius menuntaskan penanganan banjir yang terjadi di 12 titik di Provinsi Jawa Tengah.

"Setidaknya ada 12 titik rawan banjir di Jateng yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso di Semarang, Selasa.

Ke-12 titik rawan banjir di Jateng itu adalah sistem Sungai Cisanggarung Kabupaten Brebes, sistem Sungai Babakan Brebes, sistem Sungai Pemali, khususnya lanjutan penanganan longsoran tebing Desa Tengki, Kecamatan Brebes, kemudian tanggul laut yang terintegrasi jalan tol Semarang-Demak dan Kota Semarang dan Kabupaten Demak sebagai finalisasi penanganan banjir rob jalur pantura.

Titik selanjutnya adalah sistem Sungai Plumbon dan Bringin Kota Semarang, sistem Sungai Jragung tuntang Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan, sistem Sungai Serang Lusi Juwana (Seluna) di Grobogan, Kudus, Pati, Jepara dan Demak.

Kemudian juga sistem Sungai Bengawan Solo, khususnya sub sistem Dengkeng Kabupaten Klaten, sistem Sungai Serayu termasuk sub sistem Pelus Banyumas, sistem Sungai Citandui termasuk sub sistem sungai yang masuk Segara Anakan, Kabupaten Cilacap.

"Selanjutnya juga revitalisasi Rawa Pening dan Segara Anakan sebagai bagian dari penanganan banjir serta sistem Sungai Dolog Penggaron, kkhususnya lanjutan dari Jembatan Majapahit ke Bendungan Pucang Gading dan sub sistem Dombo, Sayung Kota Semarang, serta Kabupaten Demak," ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menyebutkan bahwa terjadinya bencana alam banjir besar di berbagai titik di Jateng salah satu penyebabnya karena penanganan banjir melalui titik sungai belum tuntas.

"Kami mendesak pemerintah serius menangani ini, karena ada banyak permasalahan kewenangan pusat yang ada di provinsi," katanya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar