Serap gabah petani, Bulog Banyumas terapkan fleksibilitas harga

id bulog banyumas,sony supriyadi

Serap gabah petani, Bulog Banyumas terapkan fleksibilitas harga

Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas, Jawa Tengah mulai menyerap gabah sesuai dengan fleksibilitas harga penyerapan yang naik sebesar 20 persen dari harga pembelian pemerintah, kata Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi.

"Fleksibilitas harga ini berlaku sejak tanggal 22 Februari hingga 28 Februari. Kalau ternyata di lapangan terjadi penurunan harga gabah, penyerapan akan dilakukan sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2015 yang mengatur HPP," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Dalam hal ini, kata dia, harga gabah kering panen (GKP) berdasarkan HPP atau Inpres Nomor 5 Tahun 2015 sebesar Rp3.700 per kilogram, gabah kering giling (GKG) Rp4.650, dan beras kualitas medium Rp7.200 per kilogram.

Akan tetapi dengan adanya fleksibilitas harga, kata dia, harga GKP menjadi Rp4.450 per kilogram, GKG Rp5.450 per kilogram, beras kualitas medium Rp8.250 per kilogram, dan beras kualitas premium Rp9.000 per kilogram.

"Tanggal 22--28 Februari itu merupakan kontrak, sehingga kalau masuknya bulan depan, harganya tetap sesuai dengan kontrak itu," katanya.

Menurut dia, penyerapan gabah dan beras berdasarkan fleksibilitas harga tersebut dilakukan melalui seluruh saluran pengadaan yang ada di Bulog Banyumas, yakni mitra kerja dan unit pengelolaan gabah beras (UPGB)

Kendati demikian, dia mengakui jika hingga saat ini, pihaknya belum menerima kontrak penyerapan gabah dan beras meskipun Bulog Banyumas telah menggandeng 57 mitra kerja.

"Pada tahun 2018 ini, Bulog Banyumas ditarget mampu menyerap gabah sebanyak 53.000 ton setara beras," katanya.

Sony mengatakan Primer Koperasi TNI Angkatan Darat di setiap komando distrik militer akan dilibatkan sebagai mitra kerja Bulog dalam penyerapan gabah dan beras petani.

"Namun teknis pelaksanaannya masih dibahas di pusat," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar