Mourinho: Pogba tak dibebani tampil impresif di Sevilla

id Paul Pogba,pemain manchester united

Mourinho:  Pogba tak dibebani tampil impresif di Sevilla

Pemain gelandang Machester United Paul Pogba (kiri) bersama sang pelatih klub Inggris itu Jose Mourinho. (AFP)

Seville (Antaranews Jateng) - Manajer Manchester United Jose Mourinho mengatakan tidak ada tekanan tambahan terhadap pemain termahalnya, Paul Pogba, untuk mengakhiri laju buruk dengan penampilan impresif saat leg pertama 16 besar Liga Champions di markas Sevilla pada Rabu malam nanti.

Pogba kembali berlatih penuh pada Selasa, setelah absen saat United memenangi putaran kelima Piala FA melawan Huddersfield Town karena sakit, di mana pemain internasional Prancis itu menjadi sorotan akibat penampilannya yang merosot.

Pogba, yang didatangkan kembali United untuk memecahkan rekor dunia saat itu yakni dengan biaya transfer sebesar 105 juta euro pada Juli 2016, belum pernah bermain penuh selama 90 menit untuk klub sejak mereka mengalahkan Burnley pada 20 Januari.

Ia digantikan oleh Mourinho setelah penampilan mengecewakan ketika kalah dari Tottenham Hotspur dan Newcastle United. Bagaimanapun, pelatih asal Portugal itu mengatakan Pobga tidak memiliki kewajiban khusus apapun untuk tampil luar biasa saat melawan Sevilla, yang hanya satu kali kalah di Stadion Sanchez Pizjuan mereka dalam 15 bulan terakhir.

"Menurut saya tidak adil untuk berbicara mengenai tanggung jawab terhadap satu pemain, kami tidak menyukai fakta bahwa seorang pemain yang bernilai sekian juta tidak memiliki tanggung jawab yang sama (dibanding) yang bernilai tiga kali lipat. Saya tidak menyukai pendekatan seperti itu," kata Mourinho pada konferensi pers yang berlangsung pada Selasa (20/2). "Ketika saya memutuskan tim untuk bermain saya tidak memandang usia, gaji, atau biaya transfer seorang pemain. Menurut saya itu tidak adil."

Pria Portugal ini mengatakan bahwa United bukan merupakan salah satu tim favorit untuk memenangi kompetisi namun menekankan bahwa ketika ia memenangi trofi dengan Porto dan Inter Milan, timnya pun sama sekali bukan tim unggulan.

"Ketika saya memenanginya dengan Porto, kami memiliki tim sangat muda yang minim pengalaman, dengan pemain-pemain yang bermain di Liga Champions untuk pertama kalinya. Kemudian saya memenanginya dengan tim yang sebaliknya, banyak pemain di atas 30 tahun dengan pengalaman hebat namun tidak banyak meraih kesuksesan sampai saat itu," kata Mourinho.

"Sekarang kami memiliki jalan panjang untuk dilalui namun ketika tim mencapai perempatfinal, itu adalah momen di mana bahkan tim-tim yang bukan favorit, dalam hal ini kami, mulai menyadari apapun dapat terjadi."

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar