47.700 pemilih di Kudus dinyatakan tidak memenuhi syarat

id pilkada kudus

47.700 pemilih di Kudus dinyatakan tidak memenuhi syarat

Ilustrasi - Lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus membaca ikrar kampanye damai di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, dengan disaksikan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Komandan Kodim 0722/ Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo dan Bupati Kudus Musthofa, Minggu (18/2). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan sebanyak 47.700 data pemilih di Kabupaten Kudus tidak memenuhi syarat (TMS) karena berbagai alasan.

"Calon pemilih yang dinyatakan TMS, di antaranya karena meninggal dunia, pindah domisili, tidak dikenal, pemilih ganda dan bukan warga setempat," kata Anggota KPU Kudus Syafiq Ainurridho di Kudus, Selasa.

Selain itu, lanjut dia, terdapat anggota TNI dan Polri yang tercatat masuk dalam data pemilih, serta ada pula nama pemilih yang masih di bawah umur dan hilang ingatan.

Jumlah paling banyak pemilih yang dicoret, kata dia, karena sudah meninggal sebanyak 25.637 pemilih.

Selebihnya, kata dia, karena pindah domisili sebanyak 16.771 pemilih, tidak dikenal sebanyak 2.173 pemilih, pemilih ganda sebanyak 2.146 pemilih, dan bukan warga setempat sebanyak 542 pemilih.

Untuk anggota TNI dan Polri yang tercatat masuk dalam data sebanyak 193 pemilih dan 112 pemilih, sedangkan masih di bawah umur sebanyak 118 pemilih dan hilang ingatan sebanyak 18 orang.

Selain mencoret data pemilih karena TMS, kata dia, petugas pemutakhiran data pemilih juga mencatat ada 26.554 pemilih baru.

Dari hasil pemutakhiran data pemilih sejak tanggal 20 Januari hingga 18 Februari 2018, diperoleh data pemilih sebanyak 619.221 pemilih.

"Data hasil pencocokan dan penelitian (coklit) tersebut segera dirahkan ke KPU Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.

Bagi masyarakat yang belum terdata, kata dia, masih bisa didata karena ada tahapan lanjutan hingga ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Sebelum ditetapkan menjadi DPT, kata Syafiq, akan ada penetapan daftar pemilih sementara (DPS) pada tanggal 10-16 Maret 2018.

"Selanjutnya, ada tahapan meminta tanggapan masyarakat apakah masih ada yang belum tercatat di DPS. Jika masih ada dipersilakan melaporkannya kepada perangkat desa atau jajaran KPU Kudus yang ada di tingkat kecamatan atau desa," ujarnya.

Dalam melakukan coklit data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 KPU Kudus melibatkan 1.491 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar