DPRD: perlu jalan penghubung Pelabuhan Batang-Pantura

id pelabuhan

DPRD: perlu jalan penghubung Pelabuhan Batang-Pantura

Batang - Pelabuhan Niaga Kabupaten direncanakan diujicobakan mulai 27 Januari 2018 (Foto: Kutnadi) (Foto: Kutnadi/)

Batang (Antaranews Jateng) - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menilai perlu adanya sarana dan prasarana penunjang, serta regulasi terutama jalan penghubung pelabuhan niaga menuju jalur pantai utara sebelum pelabuhan itu dioperasikan mulai April 2018.

"Pengoiperasian pelauhan niaga Batang, tentunya sangat besar manfaatnya bagi pemkab karena selain dapat menjadi daya tarik investor juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kendati demikian, kami berharap pada unit penyelenggara pelabuhan niaga perlu menyiapkan infrastruktur pendukungnya agar tidak merugikan masyarakat," kata Ketua Komisi D DPRD, Tovani Dwi Arianto.

Menurut dia, DPRD mendukung pengoperasian pelabuhan niaga tersebut namun perlu adanya akses penghubung menuju pelabuhan yang direncanakan melalui pantai Sicepit Kelurahan Kasepuhan itu.

"Sekarang ini, hanya ada jalan kabupaten saja yang hanya bisa dilalui kendaraan yang nantinya untuk bongkar muat barang ," katanya.

Ia mengatakan unit penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang dapat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait kesiapan infrastruktur jalan penghubung dengan jalur pantura.

Hal itu, kata dia, cukup mendesak direalisasikan agar tidak merugikan atau memunculkan masalah atau saling menyalahkan karena jika harus menunggu sampai akses jalan pelabuhan siap, tentunya akan memerlukan waktu yang relatif cukup lama.

Kepala Kantor Unit Pelabuhan Kelas III Batang, Hendrik Kurnia Adi mengatakan letak pelabuhan niaga sangat berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor sehingga akses keluar dan masuk kendaraan berat menjadi pekerjaan rumah penyelenggara pelabuhan.

"Kita sudah menyiapkan jalur lingkar karena nantinya akan memutuhkan akses jalan untuk keluar dan masuk kendaraan berat," katanya.
Pewarta :
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar