Penanganan laporan PDIP Banjarnegara tanpa gakkumdu

id ujaran kebencian

Penanganan laporan PDIP Banjarnegara tanpa gakkumdu

Ilustrasi - Kasubdit Ekonomi Khusus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Teddy Fanani menunjukkan bukti dan tersangka ujaran kebencian di Semarang, Kamis. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ I.C.Senjaya)

Semarang (Antaranews Jateng) - Kepolisian menangani laporan pengurus PDIP Banjarnegara, Jawa Tengah, atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh seseorang, tanpa harus melibatkan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Di luar Gakkumdu karena masih di luar tahapan kampanye," Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono di Semarang, Selasa.

Menurut dia, laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ia mempersilakan masyarakat melapor jika ada unggahan di media sosial yang mengandung ujaran kebencian berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Kalau bermasalah akan diproses," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Lukas Akbar Abriari membenarkan adanya laporan ujaran kebencian melalui jejaring WhatsApp tersebut.

"Menyebar di grup WA, laporannya oleh parpol," katanya.

Menurut dia, Polres Banyumas sudah mulai menyelidiki perkara tersebut.

Ia menyebut sudah ada saksi-aaksi yang dimintai keterangan berkaitan dengan hal tersebut.

Sebelumnya, PDIP Banjarnegara melaporkan sebuah grup WhatsApp bernama Kartuna Semarkid atas dugaan unggahan video dengan cover bertuliskan "PDI-P & Komunis Siap Membantai Umat Islam".

Video tersebut diunggah oleh pemilik akun Ahlidin Kel.
Pewarta :
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar