Pasar Simongan dipastikan segera ditempati pedagang

id Kepala Dinas Perdagangan ,kota semarang

Pasar Simongan dipastikan segera ditempati pedagang

Ilustrasi--Pasar Waru Semarang yang baru selesai dibangun sejak terbakar (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)

Semarang (Antaranews Jateng) - Dinas Perdagangan Kota Semarang memastikan Pasar Simongan segera ditempati pedagang meski pembangunannya belum selesai sempurna, yakni masih sekitar 93 persen.

"Memang (Pasar Simongan, red.) masih banyak kekurangan, tetapi aman untuk dipakai berjualan para pedagang," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Menurut dia, sudah ada kesepakatan juga dengan para pedagang untuk melengkapi kekurangan yang masih ada, seperti pintu kios yang akan dipasang oleh pedagang dengan biaya sendiri.

Pembangunan Pasar Simongan Semarang sebenarnya proyek tahun lalu yang ditargetkan selesai akhir 2017, tetapi ternyata kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sehingga mengajukan perpanjangan waktu.

Perpanjangan itu, kata dia, didasarkan Peraturan Presiden Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah yang membolehkan perpanjangan maksimal 50 hari untuk proyek dari dana APBN.

Setelah berkonsultasi dengan Kementerian Perdagangan, kata dia, kontraktor diizinkan melanjutkan pekerjaan pembangunan Pasar Simongan dengan biaya sendiri, berikut denda.

Namun, kata Fajar, PT Dinamika Persada Sehati yang mengerjakan proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp5,45 miliar itu tidak sanggup merampungkan juga sehingga diusulkan mendapatkan "blacklist".

"Jadi, kami hanya membayar 60 persen saja dan sisa anggaran dikembalikan ke Kementerian Perdagangan. Selanjutnya, kami juga usulkan ke Inspektorat untuk di-`blacklist`," katanya.

Berkaitan dengan pemindahan pedagang ke dalam Pasar Simongan, ia mengatakan sudah dimulai dengan sosialisasi yang digelar Selasa ini, kemudian dilanjutkan penataan ulang dan pembersihan lokasi.

"Kami akan mengundi los pada 3 Februari 2018, sementara kios tidak diundi karena jumlahnya hanya 20 unit. Pedagang mulai pindah ke dalam pasar mulai 4 Februari 2018 dan maksimal 10 Februari 2018 sudah masuk semua," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Simongan Semarang Fathurokhman mengakui banyak kekurangan fisik yang belum diselesaikan oleh kontraktor, padahal banyak bagian yang sebenarnya penting.

"Seperti pintu kios atau `rolling door`. Dari 19 kios yang ada, hanya lima kios yang sudah dipasangi `rolling door`. Pintu utama pasar juga belum ada, kami khawatir dengan keamanan pasar," katanya.

Ia mengatakan, kekurangan dalam pembangunan Pasar Simongan memang kesalahan kontraktor pelaksana, tetapi pihaknya meminta Dinas Perdagangan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang masih kurang.

"Pedagang mengeluarkan uang untuk pindah itu sebenarnya wajar, kami pun menerima kondisi seperti apapun. Dikasih tempat berjualan saja sudah bagus. Namun demi keamanan bersama kami minta dinas mengusahakan," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar