Sebelum ditangkap, pembunuh sopir taksi daring sempat sekolah

id pembunuhan sopir taksi online

Sebelum ditangkap, pembunuh sopir taksi daring sempat sekolah

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan sopir taksi online di Semarang, Selasa (23/1). (Foto: I.C.Senjaya)

Semarang (Antaranews Jateng) - Dua siswa SMK Negeri 5 Semarang pelaku pembunuhan sopir taksi daring Deny Setiawan (25) masih sempat masuk sekolah sebelum akhirnya ditangkap polisi.

Kepala SMK Negeri 5 Semarang Suharto di Semarang, Selasa, membenarkan IB (15) dan TA (15) masih sekolah mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Senin (22/1).

"Keduanya bahkan sempat terlambat masuk sekolah pada hari Senin kemarin," katanya.

Suharto sendiri mengaku kaget dengan penangkapan kedua siswa Kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan itu.

Polisi menangkap IB (15) warga Barusari, Semarang Selatan dan TA (15) warga Kembang Arum, Semarang Barat, pembunuh sopir taksi online yabg dilatarbelakangi perampokan itu.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji sejumlah barang bukti diamankan dari kedua pelaku tersebut.

Selain mobil dan telepon seluler milik korban, polisi juga mengamankan baju dan sepatu dari rumah pelaku.

Dari baju dan sepatu itu didapati bercak darah yang diduga milik korban.

Penyidik sendiri masih mendalami kemungkinan menjerat pelaku dengan KUHP dan jika tidak memungkinkan akan dijerat dengan Undang-undang tentang perlindungan anak mengingat pelaku masih di bawah umur.

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar