Pasar desa Wanutengah Temanggung siap dioperasikan

id pasar, temanggung

Pasar desa Wanutengah Temanggung siap dioperasikan

Pedagang makanan tradisional di pasar tradisional Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, melayani pembeli. (Foto: Heru Suyitno).

Temanggung (Antaranews Jateng) - Pasar Desa Wanutengah, Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, siap dioperasikan tahun ini kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Temanggung Agus Sarwono.

"Sebanyak 134 kios yang dibangun di Pasar Desa Wanutengah tersebut nantinya untuk menampung para pedagang yang selama ini menempati kios di depan Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan," katanya di Temanggung, Sabtu.

Sejumlah kios di depan RSK Ngesti Waluyo dipindah berkaitan akan dibangunnya jembatan Kali Kuas sisi barat yang berada di utara RSK, yang selama ini tidak berfungsi bakal dibongkar dan dibangun kembali.

Agus menuturkan pembangunan kios di Pasar Desa Wanutengah sudah selesai, tinggal pemasangan jaringan air, listrik dan paving di halaman parkir.

"Nanti kalau kios di depan RSK dibongkar maka para pedagang harus masuk menempati kios di Pasar Desa Wanutengah yang dibangun dengan APBD Kabupaten Temanggung senilai Rp2,7 miliar tersebut," katanya.

Ia mengatakan setelah pemasangan paving selesai kemudian dilaksanakan pengundian bagi pedagang yang akan menempati kios-kios tersebut. Setelah pengundian, desa melalui peraturan desa akan menetapkan besaran sewa kios.

"Pasar Desa Wanutengah yang dibangun di atas tanah bengkok, nantinya semua menjadi hak milik pemerintahan Desa Wanutengah," katanya.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengatakan pembangunan kios pasar desa Wanutengah merupakan hibah dana APBD 2017.

"Dana total senilai Rp2,7 miliar dihibahkan ke Desa Wanutengah, kami percayakan pada desa untuk membangun kios secara swakelola," katanya.

Ia mengatakan pembangunan kios ini manfaatnya besar sekali bagi desa karena akan berdampak pada pengembangan ekonomi desa.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar