Sembilan petenis NPC digembleng latihan fisik

id npc,petenis

Sembilan petenis NPC digembleng latihan fisik

Petenis Nasional National Paralympic Committee (NPC) Indonesia saat mengikuti Pelatnas peningkatan fisik di Lapangan Tenis Manahan Solo, Jumat. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Sembilan petenis putra dan putri National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menjalani pemusatan latihan nasional dengan digenjot latihan fisik untuk persiapan Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Oktober mendatang.

"Sembilan petenis NPC yang dipersiapkan merupakan muka lama setelah mereka istirahat cukup lama tidak latihan sepulangnya, ASEAN Para Games 2017 di Malaysia beberapa waktu lalu," kata Pelatih Kepala Timnas Tenis NPC Indonesia, Irfan Dwi Nurfianto, usai memimpin latihan di Lapangan Tenis Manahan Solo, Jumat.

Menurut Irfan Dwi Nurfianto para petenis NPC Indonesia mulai latihan pada Senin (15/1) hingga sekarang memasuki tahap peningkatan fisik, setelah mereka sudah lama vakum tidak latihan. Kondisinya terutama fisik ada menurunan, sehingga mereka perlu latihan dari awal untuk peningkatan stamina.

"Para petenis ini, kondisi fisiknya belum, dan mereka tampak lebih cepat lelah," kata Irfan Dwi Nurfianto.

Menurut dia, para petenis nasional NPC yang terdiri dari enam putra dan tiga putri tersebut selama tiga bulan ke depan akan lebih fokus pengembalian fisik atletnya sekaligus latihan peningkatan kekuatan dan kecepetan bergerak.

Menurut dia, soal tehnik petenis Indonesia tidak ada masalah mereka sudah mempunyai itu. Setelah latihan fisik baru program ke taktik dan akurasi, termasuk mental bertanding agar lebih kuat.

Cabang olahraga tenis di tingkat Asia, kata dia, Indonesia persaingannya cukup berat terutama petenis asal Jepang, Korea Selatan, Sri Langka, Iran, dan Thailand berpengalaman dan sudah terbiasa mengikuti event-event.

Oleh karena itu, petenis Indonesia untuk merebut medali perunggu sudah sudah cukup bagus, tetapi petenis Erwin Subrata dan kawan-kawan terus memaksimalkan latihan untuk bisa bersaing di tingkat Asia.

NPC Indonesia untuk cabang tenis lapngan tingkat Asia persaingannya sangat berat, sehingga jika berhasil merebut perunggu sudah maksimal dari enam emas yang diperebutkan.

"Indonesia sebelumnya pada Asian Para Games di Korea, untuk tenis tidak dapat medali," katanya.

Indonesia pada APG 2018 Jakarta, kata dia, masih mengandalkan petenis senior yang mempunyai pengelaman antara lain Erwin Subrata, Nurdin, Maryanta yang turun di nomer quad. Petanis lainnya, Dodi Bale, Puji Sumartono turun nomer mendro. Mereka diharapkan mampu bersaing dan mencuri medali.

"Kami Pelatnas selama 10 bulan dan latihan rutin Senin hingga Sabtu tiap pagi dan sore di lapangan tenis Manahan Solo," katanya.

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar