Bupati Batang mengaku bangga bisa tepati janji ke nelayan

id pemkab batang

Bupati Batang mengaku bangga bisa tepati janji ke nelayan

Bupati Batang Wihaji. (Foto: Kutnadi)

Batang (Antaranews Jateng) - Bupati Batang, Wihaji mengaku merasa bangga bisa menepati janji untuk menyampaikan aspirasi para nelayan setempat kepada Presiden Joko Widodo terhadap larangan penggunaan alat tangkap cantrang.

"Alhamdulillah, aspirasi nelayan telah ditanggapi dan direspons positif oleh Presiden di Istana Jakarta dengan diberlakukannya kembali alat tangkap cantrang sampai batas waktu yang belum ditentukan," katanya di Batang, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut dia, sebagai kepala daerah dirinya harus berhadapan pada dua hal yaitu mengamankan kebijakan pemerintah pusat dan menyampaikan aspirasi nelayan agar alat tangkap cantrang dapat dipergunakan lagi oleh mereka.

Saat bertemu dengan Presiden Jokowi, kata dia, disampaikan jika nelayan cantrang tidak tidak bisa melaut akan memiliki implikasi negatif yaitu banyaknya pengangguran sehingga akan berdampak pada resiko sosial yang cukup tinggi, meski saat ini belum tampak.

"Akan tetapi dari hasil undangan Pak Presiden Jokowi, kami bersama Bupati Tegal Enthus Susmono, Wali Kota Tegal Nursoleh, Bupati Pati, dan Rembang, Presiden melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan kesempatan nelayan alat cantrang bisa melaut lagi," katanya.

Kendati demikian, kata Wihaji, para nelayan harus mematuhi sejumlah persyaratan ketentuan seperti para nelayan tidak diperbolehkan melaut melampaui wilayah Laut Jawa dan mereka tidak diperbolehkan menambah alat cantrang baru.

"Nelayan dengan menggunakan alat tangkap cantrang memang tidak diperbolehkan mencari ikan hingga melebihi batas wilayah Laut Jawa. Apabila nelayan ada yang nekat melaut hingga melebihi batas ketentuan maka KKP tidak akan bertanggungjawab," katanya.

Ia mengatakan berdasar hasil uji petik Institut Pertanian Bogor (IPB), alat tangkap cantrang masih dalam kategori ramah lingkungan sehingga tidak akan merusak terumbu karang maupun ikan-ikan kecil.

"Alat tangkap cantrang memang berbeda dengan trawl. Alat tangkap cantrang masih ramah lingkungan tetapi trawl akan merusak habitat di laut," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar