Tekan harga beras, Batang berencana gelar operasi pasar

id pemkab batang,operasi pasar

Tekan harga beras, Batang berencana gelar operasi pasar

Ilustrasi - Operasi pasar diselenggarakan di Pasar Nusukan, Solo dalam rangka menurunkan harga beras di pasaran (Foto: Aris Wasita Widiastuti)

Batang (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berupaya mengantisipasi melambungnya harga pangan seperti beras dan gula dengan berencana melakukan operasi pasar (OP).

Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Nasikhin di Batang, Kamis, mengatakan bahwa saat ini pemkab sedang melakukan rapat koordinasi untuk membahas tentang antisipasi kenaikan harga kebutuhan pangan.

"Hari ini, kami lakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas masalah kenaikan harga beras. Jika harga beras tetap terus melambung maka bisa saja kami lakukan OP beras," katanya.

Menurut dia, kegiatan OP beras tersebut, selain untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih murah juga menjaga stabilisasi harga pangan, terutama beras.

"Untuk stabilisasi harga beras, bisa saja kami mempercepat pembagian bantuan sosial (bansos) beras sejahtera (rastra), dan membagikan beras paceklik," katanya.

Sejumlah pedagang beras di Pasar Induk Batang, mengatakan saat ini harga beras medium sudah mencapai sekira Rp12.500 per kilogram dan beras premium lebih mahal lagi.

"Harga beras medium di pasar kini sudah Rp12.500 per kilogram sedang beras jenis premium mencapai Rp13.500 per kilogram. Dengan kenaikan harga ini memang akan lebih menyulitkan para pedagang," kata pedagang beras, Yulifa.

Ia mengatakan kenaikan harga beras karena turunnya pasokan beras di pasaran sedang permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok itu masih relatif tinggi.

"Sebagian pembeli memang mengeluhkan kenaikan harga beras. Akan tetapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menjual beras itu seharga Rp12.500 per kilogram," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar