Ganjar-Yasin bersilaturahim dengan PW Muhammadiyah Jateng

id ganjar yasin

Ganjar-Yasin bersilaturahim dengan PW Muhammadiyah Jateng

Pasangan bakal calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen bersilaturahim dengan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng Tafsir. (Foto:Wisnu Adhi N.)

Semarang (Antaranews Jateng) - Pasangan bakal calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen bersilaturahim dengan pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Semarang, Sabtu.

Pasangan bakal cagub-wagub Ganjar-Yasin yang diusung PDIP, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar itu disambut dengan hangat oleh Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir dan sejumlah pengurus PW Muhammadiyah dan PW Aisyiah Jateng.

Ganjar mengungkapkan bahwa kedatangan dirinya bersama Gus Yasin untuk meminta doa dan restu maju dalam pencalonan Pilgub Jateng 2018.

"Saya sowan ke sini minta doa, minta restu saya sebagai gubernur yang diminta maju lagi, mudah-mudahan apa yang sudah saya kerjakan dan saya sadar betul banyak kekurangan mungkin bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menentukan," katanya.

Ganjar berharap situasi Jateng yang sejuk mampu menghindarkan provinsi ini dari konflik horizontal.

"Saya berterima kasih keluarga Muhamadiyah ikut membantu menjaga dan merawat kesejukan ini," ujarnya.

Gus Yasin menambahkan, bagaimana mesranya hubungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan akar yang kuat bagi kerukunan beragama dan bangsa selama ini.

Menanggapi hal tersebut, Tafsir menyebutkan bahwa budaya di Muhammadiyah, jabatan biasanya diberikan dua periode, baik pejabat struktural di organisasi maupun rektor universitas.

Dengan nada bercanda, Tafsir bahkan mengatakan seharusnya pasangan bakal cagub-wagub Ganjar-Yasin langsung dilantik tanpa perlu digelar Pilgub Jateng 2018.

"Ini kalau lihat tata lahir situasi yang ada kayaknya tinggal pelantikan, pilkada besok hanya melalui prosedur yang harus ditempuh, di atas kertas terlalu ringan tidak ada lawan," katanya.

Tafsir menyebutkan bahwa hubungan organisasi yang dipimpinnya sangat erat dengan jajaran Pemprov Jateng.

Muhammadiyah Jateng saat ini, kata dia, memiliki struktur di 35 pengurus daerah kabupaten/kota, 573 cabang, dan 3.970 ranting.

Selain itu juga memiliki amal usaha berupa 32 rumah sakit, ratusan klinik kesehatan, 25 perguruan tinggi, dan ribuan sekolah.

Tafsir mengatakan, dalam pendirian dan pengelolaan amal usaha tersebut, pembiayaan utama berasal dari Bank Jateng.

"Dalam setahun kredit kami ada Rp300 miliar dan 75 persennya dari Bank Jateng," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar