BKKBN Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi

id bkkbn, bonus demografi

BKKBN Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi

Program KB dua anak cukup yang digencarkan BKKBN untuk menekan angka kelahiran (Foto: ANTARANEWS.COM)

Semarang, ANTARA JATENG - BKKBN mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sehingga sudah siap ketika terjadi ledakan usia produktif secara signifikan.

Direktur Riset dan Kependudukan BKKBN Hitima Wardani mengatakan tidak hanya BKKBN, tetapi seluruh pihak juga harus ikut mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, sehingga dapat lahir penduduk yang maju, lansia yang tangguh, serta usia produktif yang berkualitas serta memiliki daya saing.

Bonus demografi ditandai dengan peningkatan usia produktif yang lebih banyak dibandingkan dengan usia nonproduktif dan Indonesia diperkirakan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030.

Usia produktif dengan usia 15-64 tahun pada tahun 2020-2030 mencapai sekitar 70 persen dari total populasi, sehingga beban tanggungan penduduk berusia produktif menurun atau menjadi rendah yakni antara 0,4-0,5 atau setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 40-50 penduduk nonproduktif.

"Ada banyak hal yang perlu dikaji untuk mempersiapkan bonus demografi," katanya.

Hitima menambahkan dengan program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diharapkan akan melahirkan keluarga yang berkualitas.

Ia menambahkan bahwa hal penting lainnya dari program KKBPK tersebut adalah masyarakat diharapkan lebih fokus pada pentingnya memperhatikan 1.000 hari pertama kehidupan.

Pada 1.000 hari pertama kehidupan tersebut, secara rinci menjelaskan mengenai pentingnya perencanaan kehamilan (usia kehamilan ideal 21-35 tahun), perlunya gizi yang cukup saat mengandung sampai anak usia 2 tahun, pemberian ASI dan menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan, hingga perlunya pendampingan dari suami.

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar