RPH Diminta Masyarakat untuk Menyembelih Hewan Kurban

id pemotongan hewan kurban,rph baturwuni

RPH Diminta Masyarakat untuk Menyembelih Hewan Kurban

Suasana pemotongan hewan kurban di RPH Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jumat (1/9/2017). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

Banyumas, ANTARA JATENG - Keberadaan rumah pemotongan hewan diminati masyarakat maupun panitia kurban sebagai tempat untuk menyembelih hewan kurban, kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas Sugiyatno.

"Dari pantauan kami, cukup banyak warga maupun panitia kurban yang menyembelihkan hewan kurbannya di RPH," katanya saat memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di RPH Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, hal itu disebabkan penyembelihan hewan kurban di RPH dapat dilakukan dengan cepat dan terpantau oleh dokter hewan. Dia mencontohkan penyembelihan hewan kurban yang menggunakan peralatan semimodern, dalam satu jam mampu menyembelih 16 ekor sapi.

Selanjutnya, sapi yang telah disembelih itu dikuliti dan dipotong-potong serta jeroannya dipisahkan untuk diperiksa oleh dokter hewan.

"Berdasarkan pantauan sementara, dari 16 ekor sapi yang telah disembelih, empat ekor di antaranya terkena cacing hati. Dari empat ekor yang terkena cacing hati itu, hanya satu ekor yang hatinya terkena cacing secara total sedangkan lainnya hanya sebagian," katanya.

Ia mengatakan bagian yang terkena cacing hati itu langsung diafkir untuk dimusnahkan. "Tahun ini tampaknya lebih bagus, biasanya banyak yang terserang cacing hati," kata dia menambahkan.

Lebih lanjut, Sugiyatno mengatakan pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, pihaknya menerjunkan 62 personel Dinnakkan untuk memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah Banyumas.

Bahkan, kata dia, sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto juga turut terlibat dalam pemantauan tersebut. Ia mengatakan berdasarkan laporan sementara, belum ada temuan hewan kurban yang terserang penyakit berbahaya dan dapat menular ke manusia seperti antraks.

"Sejauh ini belum ada temuan penyakit menular karena wilayah Banyumas bebas dari antraks, namun kami akan terus mengantisipasinya. Temuan yang ada hanyalah cacing hati," katanya.

Disinggung mengenai jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, dia mengaku belum menerima laporan dari petugas di lapangan karena penyembelihan masih berjalan dan ada pula yang akan disembelih pada hari Sabtu (2/9).

Bahkan, kata dia, jumlah hewan kurban yang akan disembelih di RPH Bantarwuni diperkirakan akan terus bertambah hingga Jumat (1/9) sore.

"Di sini (RPH Bantarwuni, red.) dalam lima jam bisa menyembelih 50 ekor sapi. Bahkan, saat Idul Fitri kemarin mampu menyembelih 100 ekor dalam sehari. Di Banyumas ada delapan RPH namun yang biasa memotong sapi hanya lima RPH," katanya.

Ia mengatakan jumlah hewan kurban yang disembelih di seluruh wilayah Banyumas saat Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah sekitar 5.000 ekor sapi dan 10.000 ekor kambing.

Salah seorang warga Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Muji mengaku sengaja menyembelih hewan kurban berupa tiga ekor sapi di RPH Bantarwuni karena tidak tahu teknisnya.

"Kalau di sini lebih cepat dan higienis dibanding di rumah karena alatnya lengkap Nanti di rumah tinggal dipotong-potong untuk dibagikan," kata dia yang sekarang bermukim di Cikarang, Jawa Barat.

Menurut dia, keluarga besarnya di Purwokerto secara rutin menyembelih hewan kurban sebagai ajang silaturahmi dan untuk meneruskan tradisi yang telah dijalani orang tua. "Sapi yang disembelih ini merupakan hewan kurban adik saya yang tinggal di Pekanbaru," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar