Jaringan Instalasi Listrik Tempat Usaha Perlu Diinspeksi

id jaringan instalasi listrik

Jaringan Instalasi Listrik Tempat Usaha Perlu Diinspeksi

Perbaikan dan perawatan instalasi listrik oleh PLN. (Foto ANTARA/Oky Lukmansyah)

Jepara, ANTARA JATENG - Pemilik tempat usaha di Kabupaten Jepara perlu melakukan inspeksi jaringan instalasi listriknya guna mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik, kata Kepala Bidang Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Jepara Surono.

"Selama ini, belum ada upaya inspeksi jaringan instalasi listrik, terutama tempat usaha skala kecil apakah sudah sesuai standar atau belum," ujarnya menanggapi tingginya kasus kebakaran yang disebabkan korsleting listrik di Kabupaten Jepara, Rabu.

Menurut dia, ketika instalasi jaringan listrik sebuah bangunan melewati batas waktu tertentu, seharusnya memang ada inspeksi guna memastikan jaringan instalasinya itu perlu diganti atau tidak.

Apalagi, kata dia, kesadaran masyarakat menggunakan kabel standar nasional Indonesia selama ini juga masih kurang, karena sebagian besar menginginkan jaringan dengan harga murah.

Tindakan tersebut, kata dia, sebagai salah satu upaya mencegah kemungkinan terjadinya korsleting listrik seperti yang terjadi di tiga rumah toko yang ada di Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Jepara, hari ini (30/8).

Ia menduga, penyebab terjadinya kebakaran tiga ruko tersebut karena korsleting listrik.

Pasalnya, kata dia, saat kejadian posisi tempat usaha tersebut sedang tutup.

"Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu, diawali dengan munculnya api dari studio foto, kemudian merembet ke bengkel sepeda motor dan pangkas rambut," ujarnya.

Beruntung, lanjut dia, api berhasil dipadamkan, sehingga tidak merembet ke bangunan di dekatnya.

Ia juga mengingatkan, perlunya menyediakan alat pemadam api ringan, sebagai upaya memadamkan api untuk lima menit pertama guna mencegah kebakaran semakin membesar.

Keberadaan alat pemadam api tersebut, kata dia, untuk tempat usaha merupakan kewajiban karena sudah ada aturan yang mewajibkannya.

Untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di tiga ruko tersebut, tim pemadam kebakaran menerjunkan lima mobil pemadam kebakaran beserta mobil tangki penyuplai air.

Adapun nilai kerugian akibat kebakaran tersebut, ditaksir mencapai Rp200 juta.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar