Logo Header Antaranews Jateng

Wali Kota Semarang Nomine Upakarti

Rabu, 14 Juni 2017 21:36 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Hendar Prihadi

Semarang, ANTARA JATENG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terpilih sebagai salah satu nomine sebagai penerima penghargaan Upakarti untuk kategori Jasa Kepedulian 2017.

Sebagai nomine, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi berkesempatan menyampaikan paparan di hadapan dewan juri, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu.

Upakarti merupakan penghargaan tertinggi pemerintah yang diberikan kepada mereka yang telah berdedikasi tinggi melakukan berbagai upaya dalam pengembangan industri kecil dan menengah.

Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan Humas Setda Kota Semarang, Hendi menyampaikan paparan bertajuk "Membangun Industri Kecil Menengah Melalui Inovasi "SMART".

Hendi menyebutkan saat ini tercatat ada 3.497 IKM atau 95 persen dari total 3.675 pelaku usaha yang ada di Kota Semarang sehingga jumlah pengusaha IKM memang sangat mendominasi.

Dengan banyaknya pengusaha IKM, kata dia, Pemerintah Kota Semarang memiliki komitmen yang kuat dalam mengembangkan IKM, khususnya melalui bidang penganggaran dan kebijakan.

"Dari total APBD Kota Semarang tahun ini, sebesar 8,2 persennya atau Rp362.099.248 dialokasikan untuk pengembangan IKM," kata orang nomor satu di Kota Semarang tersebut.

Didukung kerja sama empat pilar, yakni pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan perusahaan untuk menjadi konsep SMART (stimulating, marketing, adjusting, raising, dan training) secara efektif.

Hasil nyatanya, kata dia, Semarang kini telah memiliki SDK (Semarang Digita Kreatif), program promosi "online" di dalam maupun luar negeri dengan menggandeng penyedia "online".

"Kami dukung pula dengan pemberian kredit dengan bunga terendah se-Indonesia, yakni tiga persen melalui Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara)," kata Hendi.

Selain itu, Pemkot Semarang juga secara rutin menyelenggarakan kursus singkat mengenai teknik desain, pengemasan, sertifikasi, standarisasi, dan manajemen usaha bagi pelaku IKM.

Di luar itu, Hendi mengatakan sarana dan prasarana pendukung, infrastruktur, dan iklim usaha yang kondusif terus dikembangkan yang hasilnya keterserapan tenga kerja meningkat, yakni 29.770 orang.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026