Tito: Polri Perkuat Cyber Antisipasi Media Sosial Kebablasan

id kapolri tito karnavian,polri perkuat kekuatan cyber,rembang

Tito: Polri Perkuat Cyber Antisipasi Media Sosial Kebablasan

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan sambutan dengan didampingi Kiai Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Kiai Maimun Zubair serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Kedatangan petinggi Polri tersebut dalam rangka safari Ramadhan di kediaman

Rembang, ANTARA JATENG - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkuat kekuatan tim cyber untuk mengantisipasi penggunaan media sosial yang cenderung kebablasan, kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Upaya memperkuat tim cyber, mulai dari Bareskrim saat ini ada Direktur Cyber yang sebelumnya dijabat jajarannya yang berpangkat Komisaris Besar Polisi, kini Brigadir Jenderal Polisi," ujarnya ditemui usai menjalani shalat tarawih berjamaah bersama Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) di aula Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dalam rangka safari Ramadhan, Selasa (6/6).

Selain itu, lanjut dia, di bagian humas juga terdapat kepala biro multi media, yang sebelumnya tidak ada guna menjalankan patroli dunia maya.

Kemudian, lanjut dia, di intelijen juga ada kepala biro kamsus yang menangani masalah teknologi informasi.

"Polri juga memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi," ujarnya.

Hal terpenting, kata dia, untuk menekan kemungkinan terjadinya pemanfaatan media sosial yang berlebihan, yakni dengan upaya pencegahan.

Menurut dia, dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial merupakan contoh yang bagus dalam rangka pencegahan.

"Pemerintah memang perlu mengeluarkan aturan, mana konten yang boleh dan tidak boleh," ujarnya.

Terkait keberadaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kata dia, perlu diperkuat, karena UU tersebut untuk menindak.

Aturannya, lanjut Tito, bisa dalam bentuk revisi atau peraturan pemerintah serta banyak sekali upaya pencegahannya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu diberikan pembelajaran, supaya masyarakat jangan semaunya menghujat menggunakan kemajuan teknologi sekarang.

Sementara itu, Gus Mus mengungkapkan, kedatangan Kapolri ini dalam rangka safari Ramadhan.

"Ini momentum untuk saling menguatkan atara kaum yang di bawah yang mencintai Tanah Air dan pemerintah yang mencintai Tanah Air," ujarnya.

Ia mengatakan, antara rakyat dan pemerintah serta antara pemuka agama dengan pemerintah seharusnya ada kerja sama.

Dalam hal menekan angka kriminalitas, kata dia, kiai seharusnya juga menjaga supaya tidak ada kriminalitas yang biasanya muncul ketika ada niat dan kesempatan.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar