Universitas Sebelas Maret Surakarta Dirikan Museum Sejarah UNS

id museum

Universitas Sebelas Maret Surakarta Dirikan Museum Sejarah UNS

Ketua Panitia Pembangunan Museum Sejarah UNS Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., (tengah) memberikan keterangan tentang rencana pendirian Museum UNS Surakarta di Solo, Selasa (7/3). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang D.M.)

Solo, ANTARA JATENG - Universitas Sebelas Maret Surakarta akan mendirikan Museum Sejarah UNS yang dijadwalkan diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) bersamaan peringatan Dies Natalis Ke-41 UNS, pada 11 Maret mendatang.

Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. selaku ketua panitia pendirian Museum Sejarah UNS, di Solo, Selasa, mengatakan, pendirian museum UNS tersebut tujuannya memberikan layanan informasi, data kesejarahan dan dokumentasi kebudayaan bagi para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.

Selain itu, katanya, menggali, memelihara, dan memanfaatkan berbagai benda yang memiliki nilai kesejarahan bagi UNS, memberikan penghargaan kepada para tokoh perintis dan institusi/lembaga yang berjasa dalam pendirian UNS, menyelenggarakan berbagai bentuk kegiatan ilmiah kesejarahan untuk mendukung pengembangan koleksi.

"Museum ini, juga untuk menambah dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang bersifat edukasi-rekreatif," kata Sahid Teguh.

Ia mengatakan latar belakang pendirian museum karena saat ini museum telah dimanfaatkan sebagai media informal yang mampu mendampingi lembaga pendidikan formal seperti sekolah dan universitas, dalam upaya memberikan informasi seputar sejarah peradaban dan kehidupan.

Masyarakat, katanya, semakin menyadari peran dan arti penting museum, tidak sekadar sebagai tempat kesenangan dan napak tilas masa lalu, tetapi juga dimuliakan untuk kepentingan studi dan penelitian dinamika kompleks kebudayaan.

Peran tersebut, lanjut dia, perlahan telah memosisikan fungsi museum semakin terbuka untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat.

Gagasan pendirian Museum UNS Surakarta, kata dia, dilandasi oleh pemikiran antara lain perlu adanya upaya pengumpulan dan pengamanan koleksi warisan sejarah UNS yang meliputi dokumentasi, konservasi, dan preservasi.

Selain itu, museum UNS juga menjadi sumber pengetahuan baru sebagai penyeimbang, pendamping, dan identitas yang dibutuhkan untuk mendukung "World Class University".

Menurut dia, museum tersebut sebagai ruang visualisasi sejarah berdirinya UNS yang merupakan peleburan dari tiga perguruan tinggi negeri, yaitu IKIP Surakarta, Sekolah Tinggi Olahraga (STO), dan Akademi Administrasi Niaga (AAN) Negeri Surakarta dan tujuh perguruan tinggi swasta, yaitu PTPN Veteran Cabang Surakarta, Universitas Nasional Saraswati, Universitas Cokroaminoto (Uncok), Universitas Islam Indonesia (UII) Cabang Surakarta, Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Cabang Surakarta, Institut Jurnaslistik Indonesia Surakarta, dan Akademi Farming Surakarta.

"UNS sudah berhasil mencatat sejarah berharga, baik masa awal pembentukan perguruan tinggi didirikan gabungan dari beberapa universitas di Surakarta. Pendiri museum ini, Rektor UNS Ravik Karsidi, memberikan penghargaan kepada para perintis yang terlibat berdirinya UNS," katanya.

Divisi Konservasi dan Narasi Museum UNS, Dr. Susanto, M.Hum, mengatakan, Museum UNS sekarang sudah mengumpulkan koleksinya sekitar 400 item. Benda-benda yang menjadi koleksi soal perjalanan sejarah berdirinya UNS sejak 1952 hingga 1980.

"Benda-benda sejarah UNS antara lain berupa naskah, alat olah raga pada zaman Sekolah Tinggi Olahraga (STO) hingga kendaraan dinas kuno Rektor UNS pertama RGPH Haryo Mataram menjadi koleksi di Gedung Perpustakaan lantai tujuh UNS Surakarta," kata Susanto.

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar