Terlibat Pemotongan Dana Hibah, Pengurus KONI Dihukum Tiga Tahun

id terlibat pemotongan dana hibah pengurus koni dihukum tiga tahun

Terlibat Pemotongan Dana Hibah, Pengurus KONI Dihukum Tiga Tahun

ilustrasi

Semarang, Antara Jateng - Mantan Wakil Bendahara KONI Kota Semarang Mochtar Hidayat dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam kasus pemotongan dana hibah induk organisasi olahraga tersebut pada 2012 dan 2013.

Putusan yang dibacakan Hakim Ketua Andi Astara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa, lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 3,5 tahun penjara.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp50 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan penjara.

"Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ucapnya, menegaskan.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa sebagai kejahatan luar biasa yang merugikan keuangan negara dan menghambat kemajuan olahraga di Kota Semarang.

Pemotongan terhadap dana bantuan bagi sejumlah cabang olahraga yang memperoleh dana hibah yang totalnya mencapai Rp575 juta dan kemudian disimpan dalam suatu rekening atas nama terdakwa, termasuk sebagai perbuatan yang menguntungkan diri dan orang lain.

"Perbuatan menyimpan dalam rekening atas nama terdakwa masuk dalam kategori menguntungkan diri sendiri dan orang lain," tuturnya.

Atas perbuatannya, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp575 juta.

Terhadap putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum sama-sama menyatakan pikir-pikir.

Kasus penyelewengan dana hibah untuk KONI Kota Semarang itu sendiri telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,57 miliar.

KONI Kota Semarang memperoleh hibah pada 2012 sebesar Rp7,9 miliar dan 2013 sebesar Rp12 miliar.

Dana hibah tersebut seharusnya disalurkan ke seluruh pengurus cabang olahraga untuk membiayai kegiatan operasionalnya, namun justru dipotong oleh terdakwa dengan alasan untuk membantu pembiayaan operasional KONI.
Pewarta :
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar