Cerita Ganjar Soal Anaknya yang Rindu Diantar Sekolah

id cerita ganjar soal anaknya yang rindu diantar sekolah

Cerita Ganjar Soal Anaknya yang Rindu Diantar Sekolah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Semarang, Antara Jateng - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat agar meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah tiap hari sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.

"Menyenangkan bisa antar anak sekolah karena orang tua bisa mengerti perkembangan anak dan anak tahu jika dirinya didukung orang tuanya," kata Ganjar di Semarang, Senin.

Menurut Ganjar, pendampingan bagi anak tidak hanya pada hari pertama masuk sekolah, tapi akan lebih baik jika dilakukan tiap hari.

"Sambil berangkat kerja, orang tua bisa mengantarkan anak bersekolah, kalau bisa tiap hari tentu bagus," ujarnya.

Ganjar berharap, apa yang dimimpikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan terkait dengan program mengantar anak pada hari pertama sekolah itu tidak dilakukan hanya pada hari ini saja.

"(Istilahnya) mengantarkan anak sekolah sepanjang masa," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai mengantar anak semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar (14), masuk sekolah di SMP Negeri 2 Semarang.

Ganjar mengungkapkan, anaknya yang sekarang duduk di kelas 9 itu pernah malas bersekolah.

"Suatu ketika anak saya malas bersekolah dan bangunnya siang, rupanya dia rindu diantar, maka setiap hari dulu saya mengantarnya sebelum berangkat kerja hingga kemudian dia bilang ingin berangkat sendiri," ujarnya.

Ganjar mengaku tidak mempermasalahkan jika ada pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang hari ini terlambat masuk kerja karena mengantar anaknya masuk sekolah hari pertama.

"Gak apa-apa PNS antar anak sekolah, yang penting tidak bolos kerja, kalau sudah 'nganter' ya sudah kerja lagi," katanya.

Sebelumnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan serta menyosialisasikan surat edaran bernomor B/2461/M.PANRB/07/2016 untuk menindaklanjuti surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No.28901/MPK.A/KP/2016 tentang permohonan izin terlambat bagi aparatur sipil negara di hari pertama masuk sekolah.

Ganjar melihat yang perlu mendapat perhatian oleh tiap orang tua itu sebenarnya anak yang baru masuk sekolah, baik itu di tingkat SD, SMP, atau SMA karena butuh penyesuaian dengan lingkungan sekolah.

Orang nomor satu di Jateng itu mengaku ikut senang melihat anak-anak yang baru masuk sekolah bersemangat dalam menuntut ilmu.

"Saya ingat waktu SD masuk sekolah pertama kali, saya menangis karena merasa tidak bisa bertemu dengan teman-teman (baru) hingga ibu saya menunggui di sekola, akhirnya saya hanya sekolah beberapa jam terus pulang," ujarnya.

Kalau hari ini ada anak dari PNS Pemprov Jateng yang merasa tidak nyaman masuk sekolah hari pertama, kata Ganjar, orang tuanya boleh menghubungi pimpinannya untuk minta izin menunggui anaknya bersekolah.

Sementara itu, Alam mengaku senang bisa diantar kedua orang tuanya berangkat ke sekolah.

"Senang sih, tapi gak enaknya jadi pusat perhatian di sekolah," kata anak pasangan Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh Supriyanti itu.

Salah satu orang tua murid SMP Negeri 2 Semarang, Wagiman, mengatakan telah mendapat izin dari pimpinannya di Kodim 0733 BS/Semarang untuk mengantar anak masuk sekolah hari pertama.

"Saya dapat izin terlambat masuk kerja dari pimpinan hingga pukul 10.00 WIB, dan saya sengaja mengantar ke sekolah biar anak saya semangat bersekolah," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar