Ada Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu di RSUD Banyumas

id ada instalasi pelayanan thalasemia terpadu di rsud banyumas

Ada Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu di RSUD Banyumas

Ilustrasi - Darah untuk penderita thalasemia mayor. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)

Banyumas, Antara Jateng - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, Jawa Tengah, saat ini telah dilengkapi dengan Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu yang diresmikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

"Saya berharap keberadaan gedung instalasi pelayanan thalasemia ini bisa membantu penderita thalasemia," katanya di Banyumas, Kamis.

Selain itu, dia meminta agar Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu tersebut tidak menolak pasien dari luar Banyumas maupun luar Jateng.

Gubernur mengharapkan gedung Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas itu dijaga sehingga tetap bisa melayani pasien .

Gedung Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas dibangun sejak tahun 2014 dengan biaya Rp6,5 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng sebesar Rp6 miliar dan sisanya dari APBD Kabupaten Banyumas.

Gedung tiga lantai dengan total luas bangunan 1.923 meter persegi itu menyediakan 30 tempat tidur bagi penderita thalasemia yang hendak melakukan transfusi darah.

Direktur RSUD Banyumas A.R. Siswanto mengatakan saat ini Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu telah melayani 20 orang dari total 30 tempat tidur yang disediakan.

"Kebutuhan darah setiap bulannya mencapai 1.000 kantong yang dipenuhi oleh PMI langsung di sini karena layanan yang kami berikan bersifat terpadu, sehingga keluarga pasien tidak perlu keluar untuk mencari darah," katanya.

Menurut dia, Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas tidak hanya melayani warga dari wilayah Jateng bagian selatan tetapi juga Jawa Barat seperti Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Thalasemia Indonesia Ruswandi mengatakan gedung Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas untuk saat ini merupakan yang terbesar di Indonesia.

"Dulu di RSCM ada, sama seperti ini, tiga lantai juga, namun telah dibongkar untuk perluasan bangunan," katanya.

Ia mengharapkan keberadaan gedung Instalasi Pelayanan Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas bisa memberikan kenyamanan dan kepastian bagi pasien secara maksimal.

"Penderita thalasemia membutuhkan gedung khusus dalam pelayanannya. Kebetulan gedung ini terpisah dari rumah sakit," katanya.

Menurut dia, jumlah penderita thalasemia tiap tahunnya bertambah sekitar 10 persen dan hingga saat ini yang telah terdata mencapai 7.238 orang.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar