Petani Beralih Tanaman, Lahan Tebu di Boyolali Menyusut

id petani beralih tanaman lahan tebu di boyolali menyusut

Petani Beralih Tanaman, Lahan Tebu di Boyolali Menyusut

Petani sedang memotong tanaman tebu

Boyolali, Antara Jateng - Luas lahan tanaman tebu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada 2016 menyusut dibandingkan tahun sebelumya karena banyak petani beralih ke tanaman lain yang dianggap lebih menguntungkan.

   Kepala Bidang Produksi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Boyolali, Widodo, di Boyolali, Kamis, mengatakan luas lahan tanaman tebu tahun ini mencapai 394.594 hektare, sedangkan sebelumnya mencapai 438.440 ha.

   "Luas areal perkebunan tanaman tebu di Boyolali saat ini menurun 43.844 Ha sehingga otomatis produksi gula akan menurun sekitar 10 persen," kata Widodo.

   Menurut Widodo, dengan semakin berkurangnya lahan tanaman tebu tersebut, target panen gula 2016 sebanyak 2.106.000 kg yang diperkirakan masa panen pada Mei hingga Juni mendatang, bakal tidak tercapai.

   Ia menjelaskan luas perbandingan lahan tanaman tebu pada 2015 antara tanah pertanian dan tegalan yaki 70:30 persen, yakni sekitar 70 persen lahan pertanian irigasi teknis ditanami tebu dan 30 lainnya tegalan atau lahan tadah hujan.

   Namun, kata dia, petani di daerah pertanian irigasi teknis banyak yang beralih tanaman padi dan palawija seperti jagung dan singkong.

   Daerah lahan perkebunan tanaman tebu di Boyolali seperti Kecamatan Wonosegoro, Andong, Kemusu, Klego, Simo, dan Nogosari.

   Ia mengatakan banyaknya petani tebu beralih ke tanaman lain akibat hasil panen tebu kurang menguntungkan. Mereka menilai harganya tidak sesuai dengan biaya perawatan.

   Bahkan, para petani pada 2014 harga pembelian gula oleh pabrik gula masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). HPP gula sebesar Rp8.500/kilogram, tetapi PG hanya membeli Rp8.000/kg.

   Menurut dia, turunnya minat para petani untuk menanam tanaman tebu karena adanya isu masuknya gula impor dari Negara lain. Mereka khawatir hasil panen dipastikan harga akan hancur.

   Selain itu, para petani di daerah irigasi teknis seperti di Kecamatan Sawit dan Banyudono yang cocok untuk tanaman tebu banyak beralih ke tanaman padi dan holtikurtura yang hasilnya lebih menguntungkan dibanding tebu.

   Ia menjelaskan budidaya tanaman tebu di Boyolali dilakukan secara mandiri, yakni petani menanam di lahannya sendiri untuk dijual ke PG. Hasil panen tebu banyak dikirim ke PG Tasikmadu Karanganyar, PG Gondang Baru Klaten, dan sebagian ke PG Madu Kismo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar