Terbukti Bersalah, Adam Johnson Akan segera Dipenjara

id terbukti bersalah adam johnson akan segera dipenjara

Terbukti Bersalah, Adam Johnson Akan segera Dipenjara

Pemain Sunderland Adam Johnson. (REUTERS / Andrew Yates)

Penyerang sayap berusia 28 tahun yang 12 kali bermain untuk timnas Inggris itu mengaku pada awal persidangan cuma mencium dan membelai wanita remaja namun membantah dua tuduhan aktivitas seksual yang lebih serius.

Seorang juri Pengadilan Bradford Crown Inggris Utara membebaskan Johnson dari salah satu tuduhan kendati tetap memberikan hukuman lain yang akan dijatuhkan dalam waktu dekat.

Hakim setempat, seperti dilansir BBC, menyebutkan bahwa Johnson akan dikenai hukuman penjara antara empat sampai 10 tahun.

"Di wilayah dengan obsesi sepakbola seperti ini, Adam Johnson bertanggung jawab sebagai pesepakbola profesional agar jadi panutan, tapi dia tidak memenuhi peran itu," kata Detektif Inspektur Aelfwynn Sampson dilansir Reuters, Kamis.

"Sejak awal dia mengetahui usia korban namun terus menghubunginya dan terus berada dalam kontak untuk mengatur bertemu dengannya (korban)," kata Sampson.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan polisi, gadis yang tidak diperkenankan disebut namanya itu, mengatakan mendapat pelecehan dan pemaksaan.

"Dia (Johnson) adalah pemain sepak bola favorit saya di Sunderland, saya adalah pendukung besar klub itu," kata gadis itu. "Dia dinyatakan bersalah dan telah mengaku bersalah. Itu menunjukkan bahwa saya mengatakan yang sebenarnya."

Sunderland telah memecat Johnson setelah mengaku bersalah, namun klub itu dikritik karena tidak mengambil tindakan secara lebih cepat.

Perusahaan olahraga Adidas juga membatalkan kontrak sepatu dengan Johnson pasca pengakuan bersalah itu.

Johnson memulai karir di Middlesbrough, ia pernah bermain untuk raksasa Inggris Manchester City kemudian bergabung Sunderland pada 2012 dengan kontrak empat tahun.

Dia tampil secara rutin untuk Sunderland dan mencetak gol terakhirnya kala menahan Liverpool 2-2 bulan lalu.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar