Puluhan Penumpang dan ABK Perahu Rindu Sabar belum Diketahui Keberadaannya

id puluhan penumpang dan abk perahu rindu sabar belum diketahui keberadaannya

Puluhan Penumpang dan ABK Perahu Rindu Sabar belum Diketahui Keberadaannya

ilustrasi Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (20/12/15). (ANTARA FOTO/jojon)

"Memang ada temuan sebuah perahu bermesin ketinting dengan dua penumpangnya tetapi mereka berasal dari Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya yang terdampar di Pulau Sera, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB)," kata Kapolres MTB-MBD, AKBP Richard Tatu yang dihubungi dari Ambon, Senin malam.

Menurut Kapolres, kedua penumpang perahu bermesin ketinting ini dalam kondisi sehat dan sudah dibantu warga Sera bersama aparat kepolisian di daerah itu.

"Awalnya perahu itu dikira berasal dari Pulau Wetar yang hendak berlayar ke Pulau Kisar sejak lima hari lalu dan setelah diperiksa ternyata bukan, karena PLM Rindu Sabar lebih besar ukurannya dan terdapat sekitar 20 penumpang ditambah empat ABK dan nakhoda," katanya.

Polres MTB-MBD telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pencarian terhadap PLM Rindu Sabar yang dinakhodai Simon Pertafun dibantu empat orang ABK dan 20-an penumpang berlayar dari Desa Masafun sejak lima hari lalu.

Seharusnya perahu bermotor itu sudah tiba di Pulau Wonreli-Kisar sekitar empat sampai lima jam setekah bertolak dari Desa Masafun yang terletak di bagian pesisir timur Pulau Wetar yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste.

Anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Kaupaten MTB-MBD, Melkias Frans mengatakan, perahu bermotor ini diduga mengalami gangguan mesin setekah satu jam berlayar dan dua ABK diturunkan dengan perahu sampan menuju Pulau Wonreli-Kisar untuk melaporkannya ke kantor Polsek setempat.

Sehingga polisi dibantu warga berusaha melakukan pencarian dengan peralatan seadanya, namun keterbatasan sarana serta tiupan angin barat yang kencang menghambat upaya pencarian tersebut.

"Kami menerima laporan warga bernama Frans Roof kalau perahu itu bukan tenggelam, tetapi mesinnya macet total dan diduga hanyut diterjang angin kencang sehingga kami menduga nakhoda dan seluruh penumpang masih hidup," ujarnya.

Penumpang yang ada di atas PLM Rindu Sabar terdiri dari 16 orang dewasa dan empat balita, dua orang wanita diantaranya juga dalam keadaan hamil.

Melkias Frans juga telah menyampaikan kepada Badan SAR Maluku untuk ikut bergerak dengan cara mereka mengontak kapal-kapal di sektar perairan itu bersama Dinas Perhubungan untuk ikut melakukan pencarian.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar