Produk ATBM Pekalongan Diekspor ke Afrika

id produk atbm pekalongan diekspor ke afrika

 Produk ATBM Pekalongan Diekspor ke Afrika

Pekerja menyelesaikan pembuatan kain mengunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Desa Dukuhmalang, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (14/8). Dalam satu hari setiap pekerja mampu menenun enam meter kain dengan upah Rp40 ribu per empat meter. ANTARA FOTO/Oky L

Presiden Direktur PT Tekstil Industri Pelekat Pekalongan, Jamaludin Al Katiri di Pekalongan, Senin, mengatakan, selama ini prospek produksi kain dari ATBM masih terus digemari oleh masyarakat di Benua Afrika.

"Hampir sebagian besar masyarakat di 24 negara yang berada di Afrika menggunakan kain tenun ikat produksi Indonesia, khususnya Kabupaten Pekalongan. Oleh karena, ekspor kain tenun ATBM masih terus diminati oleh pasar mancanegara," katanya.

Menurut dia, selain ke Afrika, produksi kain tenun ATBM juga diekspor ke Asia, antara lain Malaysia dan Thailand.

"Peluang produksi kain ATBM ke pasar Afrika memang besar sekali, bahkan sampai ke Timur Tengah. Hampir 24 negara di Afrika menggunakan ATBM," katanya.

Ia mengaku selama setahun terakhir ini, kondisi pemasaran produksi kain tekstil dalam negeri memang mengalami gangguan karena terjadinya selundupan produksi serupa yang masuk ke Indonesia.

"Akan tetapi, perkembangan ATBM tetap baik dan lancar karena produk kain jenis itu tidak bisa dibuat oleh negara mana pun," katanya.

Jamaludin Al Katiri menyebutkan saat ini jumlah pengrajin kain tenun ATBM mencapai 40 ribu orang yang tersebar di Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Kota Pekalongan.

"Kerajinan kain ATBM ini, semula hanya menggunakan 10 peralatan tradisional tetapi kini sudah mampu bermitra dengan 186 pabrikan," katanya.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar