
Pesilat Jateng Raih Emas di Belgia

Pelatih pencak silat nasional asal Jawa Tengah Indro Catur ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, menyebutkan dua pesilat Jateng yang meraih medali emas tersebut adalah M Riski Adi Wijaya kelas G putra dan Alih Yutika kelas A putri.
"Ini tentunya prestasi yang membanggakan bagi Jawa Tengah dan sebagai modal bagi mereka untuk menyongsong PON XIX/2016 Jawa Barat," katanya.
Pada turnamen tersebut, kata dia, secara keseluruhan tim Indonesia yang diwakili tim pencak silat Tapak Suci tersebut menempati posisi kedua dengan meraih empat medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.
Dua medali emas lainnya, kata dia, direbut oleh Indah Fitri kelas C putri (Kalimantan Timur) dan Hidayatul Arham kelas A putra (dari Sumatera Utara).
Sedangkan tiga medali perak, lanjut dia, direbut Wida Wijaya kelas B putri, Ozzy Prahenky kelasD putra (Riau), dan Iqbal Chandra kelas (Kaltim), kemudian tiga perunggu direbut oleh Dicky Amanda kelas F putra (Riau), Dety Adhi kelas C putra (DI Yogyakarta), Firdhana W kelas I putra (DI Yogyakarta).
Pada turnamen di Belgia ini, menurut dia, Indonesia mengirimkan 12 atlet, dua pelatih, dan seorang manajer. "Yang pelatih selain saya juga ada Rony Saefullah juga dari Jateng," katanya.
Turnamen di Belgia ini diikuti 11 negara yang terdiri dari 21 tim dan Indonesia diwakili tim pencak silat Tapak Suci.
Sebelumnya diwartakan Ketua Tapak Suci Indonesia M. Afnan Zamhari yang turut hadir mendampingi para atlet Indonesia menyampaikan kebahagiaannya atas perolehan medali yang diraih atlet Indonesia. Bahkan seorang atlet, Hidayatul Arham mendapat piala khusus sebagai pemain pencak silat berbakat dan menerima piala emas untuk kelas A Putra.
Pertandingan Pencak Silat menjadi ajang kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Presiden Bond Pencak Silat Belgia (BPSB), Ludo Pieters yang dikenal juga sebagai "Harimau Bongkot".
Ludo Pieters melanjutkan klub BPSB yang telah didirikan ayahnya sejak 33 tahun yang lalu. Tahun ini, Indonesia diwakili 12 atlet dan tiga pelatih yang berasal dari berbagai perguruan Pencak Silat Tapak Suci di beberapa kota/provinsi di Indonesia.
Kuasa Usaha ad-Interim (KUAI) KBRI Brussel Ignacio Kristanyo Hardojo mengatakan pencak silat adalah merupakan warisan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan perdamaian. Untuk itu, diharapkan seluruh atlet yang hadir dapat memiliki semangat yang sama.
Dalam sambutannya, Ludo Pieters menyampaikan dari tahun ke tahun terdapat partisipasi atlet pencak silat dari negara baru. Tahun ini, untuk pertama kalinya Australia ikut dalam pertandingan ini. Selama ini, sebagian besar atlet pencak silat berasal dari Eropa antara lain Belgia, Belanda, Perancis, Jerman dan Inggris.
Pernyataan Ludo Pieters dibenarkan pelatih Tim Nasional Pencak Silat yang juga hadir dalam pertandingan ini, Indro Catur Haryono. Menurut Indro, Indonesia tidak selalu hadir setiap tahunnya dalam ajang pertandingan ini. Tercatat pertandingan serupa yang pernah diikuti tim dari Indonesia adalah pada 2006 dan 2013.
Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
