
Greysia/Nitya Tembus Semifinal di Hong Kong

Berdasarkan laman PBSI yang dikutip di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, Greysia/Nitya yang berada pada unggulan ketujuh memerlukan waktu 72 menit untuk mengalahkan pasangan Jepang dengan dua game langsung 21-15, 23-21.
Pada babak empat besar, Greysia Polii/Nitya akan menantang unggulan pertama dari Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang sebelumnya mengalahkan unggulan kedelapan dari Belanda Eefie Muskens/Selena Piek dengan rubber game 20-22, 21-18, 21-4.
Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya pertandingan kedua pasangan (Greysia/Nitya melawan Kakiiwa/Miyuki berlangsung alot. Meski pasangan Indonesia ini menang dengan skor 21-15, 23-21, mereka memerlukan waktu yang panjang, yaitu 72 menit.
Kemenangan atas Reika/Maeda ini juga memperbaiki rekor pertemuan Greysia/Nitya yang kini berada di peringkat 10 dunia dengan pasangan Jepang yang berada pada peringkat enam dunia menjadi 2-2. Pada pertemuan sebelumnya, yaitu perempat final Asian Games 2014, Greysia/Nitya juga menang dengan dua game langsung 22-20, 21-17.
Pada pertandingan di Stadion Hong Kong Coliseum tersebut, Greysia/Nitya menang dengan meyakinkan pada game pertama. Akan tetapi, hal itu berbeda dengan pada game kedua mengingat kedua pasangan terlihat ngotot memperebutkan satu demi satu poin. Tidak heran jika selalu diperoleh melalui reli-reli panjang khas permainan ganda putri.
"Pada game pertama, kami lebih banyak bermain 'defense', tetapi ada juga balik menyerang. Memang ini strategi yang kami siapkan dari awal. Namun, di game kedua, lawan mengubah permainan dan balik serang, jadi perolehan angka lebih ramai," kata Nitya Krishinda Maheswari.
Greysia mengatakan, "Game pertama menjadi kunci kemenangan kami, kemenangan di game pertama membuat kami secara mental merasa sudah unggul dan lebih yakin."
Pasangan ganda putri Indonesia ini juga tampaknya makin percaya diri setelah meraih medali emas ganda putri Asian Games 2014. Saat itu mereka berhasil menggulingkan ganda putri terbaik di Asia, termasuk dari Jepang, Taiwan, dan Tiongkok.
"Kami memang banyak belajar, kalahnya di mana? Soal mental juga berpengaruh. Semoga ini menjadi pelajaran buat pemain junior bahwa melawan siapa pun sebetulnya kita bisa. Kan di latihan juga sama yang dipelajari, jadi saat bertanding mental harus dicamkan kalau kita kuat, ini yang membuat kami bertahan," kata Greysia.
Pertandingan babak semifinal antara Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melawan peringkat satu dunia Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan tersebut.
Pewarta: -
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
