Jasad Bayi Ditemukan di Tempat Sampah
Rabu, 13 Juli 2016 15:51 WIB
Sesosok jasad bayi ditemukan warga di tempat pembuangan sampah di pinggir Jalan Transito tepatnya Kampung Suronalan RT 006 RW 008, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan Solo, Rabu (13/7). (Foto ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)
Solo, Antara Jateng - Sesosok jasad bayi diduga baru dilahirkan ditemukan oleh warga di tempat pembuangan sampah di pinggir Jalan Transito tepatnya Kampung Suronalan RT 006 RW 008, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan Solo, Rabu.
Sesosok mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta saat mengambil sampah di tempat pembuangan sampah di Kampung Suronalan Pajang Solo, sekitar pukul 08.45 WIB.
Menurut saksi Surojo salah satu petugas DKP, penemuan jasad bayi tersebut ketika dirinya datang ke lokasi sekitar pukul 07.15 WIB untuk membersihkan sampah, dan beberapa menit kemudian menemukan bayi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
"Saya pertama tidak percaya kalau itu, jasad bayi karena dari jauh seperti bangkai binatang kucing yang banyak dihinggapi lalat," kata Surojo.
Namun, Surojo setelah mengecek dan meneliti ternyata sesosok jasad bayi. Dan, penemuan jasad bayi ini sempat menggegerkan warga di Kampung Suronalan RT 006 RW 008, Kelurahan Pajang.
Pihak kepolisian setelah mendapat laporan langsung ke lokasi penemuan jasad bayi untuk mengevakuasi dan dibawa ke ruang Laboratorium Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Dr Moewardi Solo.
Menurut Kepala Polsek Laweyan Kompol Agus Puryadi, pihaknya akan mengambil sample DNA dari jasad bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah tersebut sebagai barang bukti.
"Kami segera melakukan penyelidikikan baik sejumlah bidan praktik, dan rumah sakit terdekat untuk bisa mengungkap siapa orang tua atau ibu kandungnya yang tega membuang bayinya ini," kata Agus Puryadi mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Polisi Ahmad Luthfi.
Menurut Agus, jasad bayi tersebut kemungkinan besar lahir prematur dengan usia sekitar enam bulan. Kondisi bayi saat ditemukan masih segar belum sampai 24 jam dibuang oleh orang tuanya di TPS.
Pihaknya yakin mayat sesosok bayi bukan janin karena tubuhnya sudah lengkap dan jenis kelaminnya dipastikan laki-laki.
Sesosok mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta saat mengambil sampah di tempat pembuangan sampah di Kampung Suronalan Pajang Solo, sekitar pukul 08.45 WIB.
Menurut saksi Surojo salah satu petugas DKP, penemuan jasad bayi tersebut ketika dirinya datang ke lokasi sekitar pukul 07.15 WIB untuk membersihkan sampah, dan beberapa menit kemudian menemukan bayi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
"Saya pertama tidak percaya kalau itu, jasad bayi karena dari jauh seperti bangkai binatang kucing yang banyak dihinggapi lalat," kata Surojo.
Namun, Surojo setelah mengecek dan meneliti ternyata sesosok jasad bayi. Dan, penemuan jasad bayi ini sempat menggegerkan warga di Kampung Suronalan RT 006 RW 008, Kelurahan Pajang.
Pihak kepolisian setelah mendapat laporan langsung ke lokasi penemuan jasad bayi untuk mengevakuasi dan dibawa ke ruang Laboratorium Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Dr Moewardi Solo.
Menurut Kepala Polsek Laweyan Kompol Agus Puryadi, pihaknya akan mengambil sample DNA dari jasad bayi yang ditemukan di tempat pembuangan sampah tersebut sebagai barang bukti.
"Kami segera melakukan penyelidikikan baik sejumlah bidan praktik, dan rumah sakit terdekat untuk bisa mengungkap siapa orang tua atau ibu kandungnya yang tega membuang bayinya ini," kata Agus Puryadi mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Polisi Ahmad Luthfi.
Menurut Agus, jasad bayi tersebut kemungkinan besar lahir prematur dengan usia sekitar enam bulan. Kondisi bayi saat ditemukan masih segar belum sampai 24 jam dibuang oleh orang tuanya di TPS.
Pihaknya yakin mayat sesosok bayi bukan janin karena tubuhnya sudah lengkap dan jenis kelaminnya dipastikan laki-laki.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polisi selidiki penyebab kebakaran empat gudang penyimpanan berpendingin di Pati
06 June 2026 20:45 WIB