ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

THR Sriwedari Bakal Ditutup, Pedagang Tak Khawatir

| 291 Views
id thr sriwedari, pedagang
THR Sriwedari Bakal Ditutup, Pedagang Tak Khawatir
THR Sriwedari rencananya akan ditutup mulai bulan Desember 2017 (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)
Solo, ANTARA JATENG - Sejumlah pedagang mengaku tidak mengkhawatirkan rencana penutupan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari yang akan terlaksana pada akhir tahun 2017.

"Rezeki kan bukan hanya dari pengunjung THR Sriwedari, pembeli yang lain juga banyak yang datang ke tempat saya," kata salah satu pedagang angkringan Novi di Solo, Jumat.

Menurut dia, sudah beberapa tahun terakhir ini taman hiburan tersebut memang sepi pengunjung dan hanya tampak ramai di momentum tertentu.

"Biasanya kalau pas libur sekolah, itu pun sepertinya tidak terlalu banyak. Mungkin sudah kalah dengan mal dan taman hiburan lain," katanya.

Senada, salah satu petugas parkir di kawasan tersebut Bobby mengatakan penutupan THR Sriwedari tidak akan terlalu berdampak pada pendapatannya.

"Kalau yang parkir sehari-hari memang tidak terlalu banyak, yang ramai hanya saat ada tontonan dangdut atau tontonan lain," katanya.

Selebihnya, Bobby justru lebih banyak memarkiri kendaraan yang mengurus SIM pada saat ada armada pelayanan SIM keliling oleh kepolisian.

Sebelumnya, terkait dengan rencana penutupan tersebut Direktur THR Sriwedari Sinyo Sujarkasi mengatakan penutupan dilakukan lantaran manajemen THR membatalkan rencana pindah tempat dari Sriwedari ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang sebelumnya ditawarkan Pemerintah Kota Solo.

"Biaya sewa di tempat yang baru terlalu tinggi, yaitu Rp600 juta/bulan. Padahal untuk sewa lahan saat ini hanya Rp38 Juta/bulan," katanya.

Mengenai opsi mencari lahan lain, dikatakannya, saat ini sedang dipertimbangkan oleh pihak manajemen.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo tidak terlalu ambil pusing dengan rencana penutupan THR Sriwedari.

Ia bahkan tidak mempermasalahkan potensi kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) dari lokasi hiburan yang sudah beroperasi 32 tahun tersebut.

"Siapa yang bilang kehilangan PAD banyak, enggak. Sewanya saja kan hanya Rp38 juta. Kan memang akan ada penataan kawasan, dan di situ mau dibangun Masjid," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca