ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 22 Oktober 2017

Sekarang Jangan Lagi Sebut Mourinho "The Special One", Tapi "The Calm One"

| 248 Views
id mourinho,pelatih manchester united,inggris
Sekarang Jangan Lagi Sebut Mourinho
Pelatih Manchester United Jose Mourinho. ( ANTARA News/manutd.com)
Jakarta, ANTARA JATENG - Setelah Manchester United menang 3-1 melawan Middlesbrough 3-1, Jose Mourinho berkata kepada France Football bahwa dia semakin matang dan bisa mengendalikan emosi sehingga dia pun menjadi manajer yang lebih baik dan tidak lagi terobsesi terhadap hasil pertandingan seperti terjadi sebelum ini dalam karirnya.

Mourinho selama musim ini menghadapi masalah dengan Football Association menyangkut beberapa perkara menyusul insiden yang terjadi sewaktu melawan West Ham, Liverpool dan Burnley.

Lama dijuluki "The Special One," Mourinho, ketika ditanya apa dirinya kini setelah bergabung dengan MU, menjawab bahwa "Saya akan bilang, 'The Calm One'".

"Semua orang mengharapkan saya membuat masalah. Tetapi satu-satunya masalah yang saya buat sekarang adalah ketika saya menendang botol air di depan saya (sewaktu MU melawan West Ham sebagai reaksi atas kartu kuning kepada Paul Pogba). Saya diusir dan harus membayar denda karena hal itu."

"Itu masalah saya: ketika saya agak frustasi, saya tendang botol. Itu satu-satunya ledakan emosi saya sejak kedatangan saya (ke MU) delapan bulan lalu. Kini, saya menjadi 'The Calm One'. Katakanlah begitu, mungkin besok saya diusir dari lapangan."

Bos MU ini mengaku masih tetap seambisius dulu dalam soal mengejar sukses, tetapi kini dia mampu menularkan ketenangan dia kepada skuadnya.

"Mourinho adalah orang yang berusaha menjadi yang sebaliknya dari apa itu manajer. Dia berusaha berubah bijaksana, tenang," kata dia tentang dirinya sendiri.

"Sekarang saya merasa baik-baik saja dengan kepribadian saya sebagai manusia. Saya matang, saya lebih tenang. Menang tidak lagi menjadi perlambang bulan, dan kekalahan tidak lagi sebagai neraka," tutup dia dalam laman ESPN.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca