ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 22 Oktober 2017

Penuhi Kuota, Sekolah Diminta "Jemput Bola" Calon Siswa Miskin

| 261 Views
id siswa miskin, ppdb
Penuhi Kuota, Sekolah Diminta
Ilustrasi - Pengumuman Penerimaan Siswa SMA. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Semarang, ANTARA JATENG - Pihak sekolah tingkat SMA dan SMK Negeri di Provinsi Jawa Tengah diminta aktif atau melakukan "jemput bola" dalam mencari siswa miskin lulusan sekolah menengah pertama yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena terkendala biaya.

"Hal itu bertujuan agar seluruh sekolah bisa memenuhi kuota siswa miskin minimal 20 persen dari siswa yang diterima," kata anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Muh Zen di Semarang, Senin.

Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan pihak sekolah sebagai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 terkait kuota 20 persen untuk siswa dari keluarga tidak mampu, baik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun surat keterangan tidak mampu.

Ia mengungkapkan bahwa angka partisipasi kasar (APK) pendidikan SMA/SMK di Provinsi Jateng masih 84 persen sehingga masih ada 26 persen lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah karena faktor biaya.

Kuota 20 persen untuk siswa miskin, kata dia, semestinya dioptimalkan agar dapat mengangkat siswa miskin untuk memperbaiki masa depannya.

"Ini perlu komitmen kita, orang kurang mampu ingin agar anaknya dibebaskan dari biaya sekolah sehingga kedepan ada perkembangan lebih baik dan saya berharap pihak sekolah `jemput bola` siswa miskin, tidak menunggu," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo mengatakan pihaknya sudah membuat ketentuan agar sekolah menyediakan kuota 20 persen untuk siswa miskin.

"Rohnya adalah bagaimana membebaskan siswa miskin tersebut dari biaya pendidikan sehingga mereka memiliki peluang untuk memperbaiki perekonomian keluarganya," katanya.

Kendati demikian, untuk pemenuhan kuota diserahkan kepada masing-masing sekolah, standar nilai untuk siswa miskin ditentukan minimal 24 dan pada tahap seleksi, mereka akan bersaing dengan siswa miskin lainnya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca