ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Penerimaan Pajak Restoran Kudus Lampaui Target

| 282 Views
id Pajak Restoran, Kudus, Lampaui Target
Penerimaan Pajak Restoran Kudus Lampaui Target
Ilustrasi. Kalkulator pajak. (Foto: theceme.org)
Kudus, ANTARA JATENG - Kendati masih menyisakan 3 bulan untuk 2017, Pemerintah Kudus, Jawa Tengah hingga September tahun ini berhasil menghimpun pajak restoran di atas target yang ditetapkan selama setahun.

Penerimaan pajak restoran hingga September 2017 terekam sebesar Rp4,45 miliar atau 108,44 persen dari target penerimaan selama setahun sebesar Rp4,1 miliar.

"Sejak awal, kami memang optimistis bisa memenuhi rencana penerimaan pajak restoran sebesar Rp4,1 miliar, mengingat upaya pendekatan ke sejumlah objek pajak juga dilakukan secara rutin," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono melalui Kabid Perencanaan Operasional Pendapatan Teguh Riyanto di Kudus, Jumat.

Hal itu, lanjut dia, terbukti pada September 2017 sudah bisa melampaui target.

Pajak restoran yang diterima tersebut meliputi tempat usaha restoran, rumah makan, katering, dan kafe.

Dari target pajak sebesar Rp4,1 miliar, untuk pajak restoran ditargetkan bisa menyetor pemasukan sebesar Rp2,24 miliar, pajak rumah makan sebesar Rp702,1 juta, pajak kafe sebesar Rp158,2 juta dan pajak katering Rp1 miliar.

Hingga September 2017, kata dia, dua jenis penerimaan berhasil mencapai persentase lebih dari 100 persen.

Kedua jenis penerimaan tersebut, yakni kafe terealisasi sebesar Rp309,53 juta atau 195,66 persen dan rumah makan terealisasi sebesar Rp1,01 miliar atau 143,7 persen.

Sementara penerimaan yang lainnya, kata dia, sudah lebih dari 90 persen.

Untuk pajak restoran, kata dia, hingga akhir September 2017 terealisasi sebesar Rp2,13 miliar atau 95,09 persen, katering terealisasi Rp999,6 juta atau 99,96 persen.

Karena target penerimaan dari pajak restoran melampaui target, kata dia, melalui APBD Perubahan 2017 targetnya dinaikkan 12,2 persen menjadi Rp4,6 miliar dari target awal sebesar Rp4,1 miliar.

Terkait dengan upaya pemasangan alat "tapping box" di sejumlah tempat usaha sebagai upaya memantau transaksi dari suatu tempat usaha secara "online", kata dia, dalam waktu dekat akan direalisasikan.

"Untuk tahap uji coba, diprioritaskan untuk lima tempat usaha yang berada di pusat perbelanjaan modern," ujarnya.

Nantinya, kata dia, secara bertahap akan dilakukan di semua tempat usaha di Kabupaten Kudus.

Peralatan tambahan tersebut, katanya, bisa berfungsi untuk memantau transaksi dari suatu tempat usaha secara "online".

Lembaga perbankan yang diajak kerja sama, lanjut Teguh, sekaligus ditunjuk sebagai penerima pembayaran pajak dari beberapa tempat usaha yang akan dipasangi "tapping box".

Pemasangan peralatan modern tersebut, dia berharap, pemasukan dari sektor pajak akan meningkat. 

Editor: Achmad Zaenal M

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca