ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 21 Agustus 2017

Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Hydrocephalus

| 1137 Views
id pemkab kudus,tanggung biaya,pengobatan penderita Hydrocephalus
Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Hydrocephalus
Bupati Kudus Musthofa saat menjabat tangan penderita hydrocephalus, Muhammad Fahril Khasan (6) warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/8). Pemkab Kudus menjamin pengobatan anak tersebut dan membantu keluarganya mengurus jaminan kesehatan nasional kartu Indonesia sehat (JKN-KIS). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siap mengupayakan pengobatan penderita hydrocephalus Muhammad Fahril Khasan (6) sekaligus menanggung biaya pengobatannya.

"Keluarga Muhammad Fahril Khasan tidak perlu berpikir soal biaya pengobatan karena kami yang akan mengupayakan pengobatannya," kata Bupati Kudus Musthofa ketika mengunjungi penderita hydrochepalus di kediamannya di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat.

Selain itu, kata dia, keluarga juga tidak perlu terbebani kapan harus kontrol kesehatan anaknya karena nantinya ada petugas kesehatan yang akan mendampinginya.

Dalam kunjungan ke rumah keluarga Muhammad Fahril itu Musthofa didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Aziz Achyar serta Kepala Dinas Kesehatan Kudus Joko Dwi Putranto.

"Anak tersebut perlu penanganan khusus, jika perlu konsultasi dengan rumah sakit lain yang bisa menangani hydrochepalus," ujarnya.

Kalau hasil konsultasinya sudah ada, dia meminta segera ditindaklanjuti karena penanganannya tentu harus hati-hati.

Musthofa menegaskan bahwa pembiayaan dan fasilitas selama pengobatan Fahril total ditanggung pemerintah kabupaten.

Kalaupun nantinya dirujuk ke rumah sakit di luar Kudus, dia meminta tetap ada petugas kesehatan yang mendampingi dan mengontrol kesehatan Fahril.

Dinas Kesehatan juga diminta segera membantu pengurusan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dibiayai APBD kabupaten untuk Fahril.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Aziz Achyar mengatakan akan membuat jadwal petugas medis yang akan mengontrol kesehatan Fahril.

Untuk mencegah terjadi infeksi, kata dia, anak tersebut harus rutin minum obat.

Mariati, orang tua Muhammad Fahril Khasan, menyatakan bersyukur mendapat kunjungan bupati yang juga membantu pengobatan anaknya serta memberikan bantuan susu dan sejumlah uang.

Menurut Mariati, selama ini untuk biaya pengobatan Fahril menggunakan dana sendiri dengan menjual sawah senilai Rp100 juta.

"Kini uangnya sudah habis karena pengobatannya dimulai sejak dia lahir pada tahun 2011, termasuk untuk biaya operasi di rumah sakit di Semarang saat usia empat bulan," ujarnya.

Sebelum menjalani operasi, kata Mariati, ukuran kepala anak keduanya itu terus membesar.

Ia mengakui selama ini belum ada yang mengarahkan keluarganya untuk mengurus kartu jaminan kesehatan.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca