ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Pekerja Drainase Kota Lama Temukan Gugusan Batu

| 548 Views
id jalan gelatik,kota lama,gugusan batu
Pekerja Drainase Kota Lama Temukan Gugusan Batu
Proyek pekerjaan drainase di Jalan Gelatik, Kota Lama, Semarang yang dalam penggaliannya menemukan gugusan batu bata berukuran besar yang diduga peninggalan bersejarah, Kamis (12/10) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)
Semarang, ANTARA JATENG - Pekerja proyek pembangunan drainase di kawasan Kota Lama Semarang menemukan gugusan batu bata kuno berukuran besar yang diduga situs bersejarah.

"Ukurannya (batu bata, red) lebih besar dari biasanya. Kami temukan saat menggali di kedalaman 90 centimeter," kata Pelaksana Proyek Drainase Jalan Gelatik Semarang, Sucipto, di Semarang, Kamis.

Dengan temuan gugusan batu bata kuno itu, kata dia, pekerjaan harus dilakukan dengan berhati-hati dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Semarang juga sudah datang mengambil sampel batu bata.

Sesuai saran dari TACB, kata dia, tim proyeknya kini lebih berhati-hati dalam menggali karena dimungkinkan masih ditemukan temuan serupa berupa benda bersejarah berharga.

"Kemarin (11/10), ada dari dinas (TACB, red.) menggali lubang untuk ambil `sample` batu bata untuk diperiksa di laboratorium," katanya.

Ia mengaku tidak tahu asal muasal batu bata tersebut yang ditemukannya setelah pengerjaam berjalan sekitar minggu dan sudah menanyakannya kepada warga sekitar.

"Sudah kami tanyakan, warga sekitar juga tidak tahu. Mungkin sudah ratusan tahun umurnya sejak zaman Belanda," katanya.

Dengan temuan gugusan batu bata itu, kata dia, pekerjaan menjadi lebih sulit karena di atas tatanan batu bata menyumber air dari bawah dan karena posisinya juga sudah berada di bawah permukaan air laut.

"Airnya `nyumber`. Jadi, kami kuras terus, tetapi, ya, keluar air terus. Mungkin karena posisinya sudah di bawah permukaan air laut," katanya.

Mengenai proyek drainase, ia menjelaskan pekerjaan drainase sepanjang 85 meter itu digali dengan empat lapisan berbeda mulai dari pasir, aspal, cor beton, dan tatanan batu bata.

"Dari Jalan Gelatik dilanjut Jalan Kasuari nyambung ke saluran air di Jalan Letjen Suprapto. Kami lebih hati-hati lagi, takutnya ada benda bersejarah lagi ditemukan. Namun, kami tetap akan menyampaikan jika ada temuan baru," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan sedang berkoordinasi dengan TACB untuk proses penelitian ahli arkeologi.

"Kami mulai rumusan menyikapinya bagaimana karena diperlukan penelitian lebih lanjut. Kemungkinan temuan serupa.tak hanya di Jalan Gelatik," katanya.

Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu mengungkapkan kalau ada bukti sejarah dalam tatanan batu bata di Jalan Gelatik akan dibuat sebuah tetenger (penanda).

"Seperti di Gedung Oudetrap. Ada tiang pancang pondasi asli yang tak kami rubah tetapi jadikan tetenger karena memiliki nilai sejarah. Bisa jadi dilakukan hal sama dengan apa yang ditemukan di Jalan Gelatik," pungkasnya.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca