ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Pekalongan Canangkan Bulan Eliminasi Kaki Gajah

| 181 Views
id bulan eliminasi kaki gajah
Pekalongan Canangkan Bulan Eliminasi Kaki Gajah
Ilustrasi - Petugas memberikan obat penyakit kaki gajah kepada warga usai pencanangan pengobatan massal penyakit kaki gajah (Filariasis) dilakukan serentak untuk masyarakat wilayah kota Depok, di Komplek Marinir Rangkapan Jaya Baru, Depok, Sabtu (10/12). (FOTO ANTARA/Edi Suhaedi/ss/pd/11)
Pekalongan, ANTARA JATENG - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan mencanangkan bulan eliminasi kaki gajah yang dirangkai bersamaan dengan kegiatan sepeda sehat pada 13 Oktober 2017.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Tuti Widayanti di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa meski pencanangan bulan eliminasi kaki gajah belum dimulai tetapi sebagian masyarakat dan siswa sekolah sudah ada yang meminum obat pencegahan penyakit filariasis itu.

"Kendati demikian, untuk memastikan obat tersebut diminum atau belum maka kami akan membagikan secara serentak. Jika di sekolah akan diberikan oleh guru kelas dan diminum bersama," katanya.

Menurut dia, pemberian obat pencegahan penyakit filariasis akan dilaksanakan hingga 2018 sebagai upaya menekan perkembangan penyakit kaki gajah tersebut.

"Yang jelas, kami akan menurunkan banyak petugas untuk menyukseskan program pemberian obat pencegahan masal atau POPM Filariasis," katanya.

Ia menyebutkan pada program pemberian obat pencegahan masal atau POPM Filariasis tersebut, akan menurunkan 231 petugas pusekemas dan 1.850 kader yang akan membantu membagikan obat tersebut.

Selain itu akan membagikan obat pencegahan penyakit itu, kata dia, para petugas tersebut akan memastikan bahwa masyarakat benar-benar meminum obat filariasis.

"Untuk memastikan tepat sasaran pembagian obat filariasis itu akan dilakukan di setiap pertemuan yang digelar di lingkungan masyarakat. Hal itu bertujuan agar capaian masyarakat yang meminum obat itu sesuai target, yaitu 95 persen," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca