ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Selasa, 19 September 2017

Pegawai Bea Cukai Terus Kembangkan Diri

| 201 Views
id bea cukai, kembangkan diri, semarang
Pegawai Bea Cukai Terus Kembangkan Diri
KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas terus mengembangkan diri salah satu dengan mengadakan capacity building. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Bea Cukai)
Semarang, ANTARA JATENG - Pegawai Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas terus mengembangkan diri salah satu melalui kegiatan capacity building.

Hadir sebagai motivator dalam kesempatan tersebut Ustad Akhmad Arqom yang merupakan trainer senior di Lembaga Manajemen Terapan Trustco Insan Mandiri dengan tema Growing with unlimited power berbasis spiritual.

Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas Tjertja Karja Adil dalam kesempatan tersebut meminta seluruh pegawai dapat mengikuti seluruh acara sehingga dapat menyerap ilmu dan bermanfaat untuk pengembangan diri sebagai pribadi luar biasa dengan kekuatan yang tanpa batas.

Ustad Akhmad Arqom menjelaskan bahwa adaptasi merupakan kunci dalam kehidupan agar tidak tertinggal dan dilupakan dengan gambaran Dinosaurus sebagai hewan pemakan segalanya tetap punah, karena tidak dapat beradaptasi. Begitu juga saat hidup dalam suatu organisasi, tanpa ada adaptasi hal-hal baru, maka juga akan tertinggal dan terlupakan.

"Tidak hanya beradaptasi, tetapi jika kita ingin berkembang, maka kita juga harus berpengetahuan. Dahulu es teh lebih berharga daripada air mineral, tetapi sekarang justru sebaliknya. Hal itu dikarenakan sentuhan pengetahuan," katanya.

Akhmad menambahkan bahwa setiap pribadi harus mengembangkan diri menjadi pribadi yang kuat, karena kita dihadapkan dengan desakan rasa suka dan rasa senang serta menghadapi kerasnya permusuhan.

"Kita bisa memperoleh ketenangan, kejernihan, keterarahan, kelurusan, kekuatan, kegigihan, dan daya tahan sesempurna mungkin tanpa batas hanya dari Tuhan Semesta Kehidupan Yang Maha Esa dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu," demikian ustad Akhmad Arqom.

Editor: Nur Istibsaroh

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca