ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

Pasokan Elpiji 3 Kg untuk Nelayan Demak Cukup

| 274 Views
id Elpiji 3 Kg, Nelayan Demak
Pasokan Elpiji 3 Kg untuk Nelayan Demak Cukup
Operasi pasar gas elpiji 3 kg
Demak, ANTARA JATENG - Pasokan elpiji 3 kilogram untuk nelayan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dipastikan cukup karena mendapatkan alokasi khusus untuk memenuhi kebutuhan melaut dari PT Pertamina.

"Pasokan elpiji 3 kg untuk bahan bakar mesin perahu para nelayan memang berasal dari PT Pertamina, mengingat program bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke elpiji berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Demak Nanang Tasunar di Demak, Jumat.

Untuk membedakan dengan elpiji rumah tangga, kata dia, penyalurnya dibuat di sentra-sentra nelayan.

Selain itu, lanjut dia, agen maupun penyalur elpijinya juga dari Perusahaan Daerah Demak serta dari kelompok nelayan sendiri, sehingga lebih mengetahui kebutuhan nelayan musim melautnya.

Keuntungan lainnya, kata dia, harga jual elpiji untuk nelayan tersebut juga sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.500 per tabung.

Rencananya, lanjut dia, di sejumlah tempat yang sebagian besar nelayannya mendapatkan bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke elpiji akan disediakan penyalur elpiji 3 kg.

"Kami akan berkoordinasi dengan PT Pertamina terkait hal itu, sehingga nelayan yang mendapatkan bantuan paket konversi tetap menggunakan elpiji untuk aktivitas melautnya," ujarnya.

Jangan sampai, kata dia, ketika dibutuhkan nelayan, justru mereka tidak bisa mendapatkan elpiji, karena bisa memengaruhi motivasi mereka dalam menggunakan paket konversi tersebut.

Sejauh ini, lanjut dia, memang belum ada keluhan dari nelayan soal ketersediaan elpiji bersubsidi tersebut.

Jumlah nelayan di Kabupaten Demak yang mendapatkan bantuan paket konversi sebanyak 913 nelayan yang diterima secara bertahap.

Nelayan yang mendapatkan bantuan, kata dia, merupakan nelayan yang selama ini dalam melaut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Jumlah nelayannya, kata dia, mencapai 1.200 nelayan, sehingga masih ada nelayan yang belum mendapatkan bantuan paket konversi.

Ribuan nelayan tersebut, tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sayung, Wedung, Bonang, dan Karangtengah.

"Nelayan yang belum memperoleh bantuan, informasinya akan dibantu pada tahun depan," ujarnya.

Persyaratan yang harus dipenuhi, kata dia, harus memiliki kartu nelayan dan bukti kepemilikan perahu.

Untuk kartu nelayan, kata Nanang, sementara waktu belum bisa diterbitkan, karena ada program baru dari pemerintah dan saat ini belum disosialisasikan ke daerah.

Terkait jumlah nelayan yang menggunakan bantuan paket koversi tersebut, dia mengaku, belum memiliki data pasti, namun mayoritas di lapangan sudah memanfaatkannya karena bisa menekan biaya operasional nelayan.

"Jika sebelumnya menghabiskan dana operasional untuk kebutuhan melaut selama sehari mencapai Rp21.000, kini dengan elpiji 3 kg dengan harga Rp15.500 per tabung bisa dipakai selama dua hingga tiga hari," ujarnya. 

Editor: Achmad Zaenal M

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca